AS – Indonesia Pererat Hubungan Militer | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 06.06.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

AS – Indonesia Pererat Hubungan Militer

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Donald Rumsfeld berkunjung ke Jakarta. Apa saja yang agendanya?

Donald Rumsfeld sering jadi sasaran kritik karena perang anti-terorisme AS

Donald Rumsfeld sering jadi sasaran kritik karena perang anti-terorisme AS

Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan perang terhadap terorisme seharusnya dapat dilakukan Amerika, tanpa terlalu jauh masuk ke dalam setiap sektor kehidupan negara-negara lain. Pernyataan itu diungkapkan Juwono saat bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Donald Rumsfeld. Pertemuan itu dimaksudkan untuk mempererat hubungan kerja sama kedua negara dalam memerangi terorisme.

Kerja sama tersebut mencakup pelatihan militer bersama dan pembelian suku cadang jet F16. Amerika hingga kini masih terus menggalang kerja sama dengan banyak negara untuk memerangi terorisme, termasuk menentang upaya pengembangan nuklir. Menurut Sudarsono, pemerintah Indonesia akan memperhatikan keinginan Amerika tersebut sejauh tidak mengganggu kedaulatan suatu negara.

Dalam pertemuan Rumsfeld dengan petinggi pemerintah, Presiden Soesilo Bambang Yudoyono juga berharap normalisasi hubungan militer kedua negara tersebut dapat berjalan permanen.

Hubungan militer Indonesia-Amerika memburuk, tatkala Amerika memberlakukan embargo senjata. Embargo tersebut diberlakukan sehubungan dengan buruknya catatan hak asasi manusia di Indonesia. Namun kemudian pembatasan tersebut melunak mulai November lalu. Amerika mencabut sebagian embargo tersebut dan mulai kembali mengadakan kerja sama di bidang militer. Terutama, setelah semakin maraknya kasus terorisme di Indonesia.

Meski sebagian embargo telah dicabut, namun Indonesia masih kesulitan untuk mendapat akses pembelian senjata. Menanggapai hal tersebut menurut Rumsfeld, masalah itu kini sedang diproses agar Indonesia dapat lebih mudah dalam membeli senjata.

Iklan