AS dan Iran Akan Bicarakan Masalah Irak | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 15.05.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

AS dan Iran Akan Bicarakan Masalah Irak

Pihak Gedung Putih telah mengkonfirmasinya. Amerika Serikat dan Iran akan bertemu di Bagdad dalam beberapa minggu ini untuk membicarakan peranan Teheran dalam situasi keamanan di Irak.

Iran tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat selama lebih dari 25 tahun. Sengketa atom Iran menambah buruk hubungan kedua negara ini. Wakil Presiden Amerika Serikat Dick Cheney bahkan dalam kunjungannya ke Timur Tengah secara tidak langsung mengeluarkan pernyataan yang bernada mengecam Iran.

„Kami dan negara yang lain akan melakukan segala cara agar Iran tidak memiliki senjata nuklir dan menguasai seluruh wilayah tersebut.“

Pernyataan Dick Cheney ini setidaknya tidak berlawanan dengan serangan diplomatik kementrian luar negeri Amerika Serikat. Tom Casey, juru bicara kementrian luar negeri menuduh Iran mendukung pemberontak di Irak dengan menyuplai senjata.

„Kami rasa sudah saatnya menggunakan jalur ini untuk menguji pemerintahan Iran. Mereka kan mengaku bahwa mereka memiliki kekuatan yang positif dan akan mendukung kepala pemerintahan Irak al Maliki. Namun sayangnya, hingga kini pernyataan tersebut belum diikuti dengan tindakan.“

Ini ingin diubah Menteri Luar Negeri Condoleezzaa Rice dengan perundingan langsung. Namun, sepertinya ini tidak didukung oleh semua pihak di pemerintahan. Juru bicara presiden Tony Snow tidak banyak berkomentar akan perubahan arah politik luar negeri Amerika Serikat.

„Semua ingin agar Iran kembali ke komunitas internasional. Mereka harus berhenti mendukung aksi teror di Irak dan mereka harus menghentikan aktivitas nuklir mereka yang dianggap sebagai ancaman di wilayah tersebut.“

Anggota partai Demokrat Lee Hamilton menganggap rencana perundingan Amerika Serikat dan Iran sebagai hal yang positif. Hamilton turut terlibat dalam kelompok studi Irak dan mengusulkan jalan keluar bagi pemerintahan yang hingga kini masih diabaikan. Menurut Hamilton perundingan dengan Teheran adalah langkah yang berani ke arah yang benar. Lain lagi pendapat Chuck Hagel, senator dari partai Republik, yang juga dikenal sebagai pengeritik presiden Amerika Serikat George W. Bush.

„Tidak ada perdamaian di Irak dan di tempat lain, selama tidak ada kesepakatan regional. Dan Iran harus menjadi bagian dari kesepakatan ini. Mereka tidak akan melakukan sesuatu untuk kami. Tetapi mereka juga ingin mencari pihak yang dapat mengakomodasinya.“

Iklan