Hari Raya Idulfitri, Presiden Steinmeier Berterima Kasih kepada Umat Muslim di Jerman | JERMAN: Berita dan laporan dari Berlin dan sekitarnya | DW | 12.05.2021

Kunjungi situs baru DW

Silakan kunjungi versi beta situs DW. Feedback Anda akan membantu kami untuk terus memperbaiki situs DW versi baru ini.

  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Hari Raya Idulfitri

Hari Raya Idulfitri, Presiden Steinmeier Berterima Kasih kepada Umat Muslim di Jerman

Untuk kedua kalinya, warga Muslim di Jerman terpaksa merayakan Idulfitri di tengah pembatasan COVID-19. Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier pun secara khusus menyampaikan simpatinya terkait hal ini.

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier

Dalam sebuah pesan video yang dirilis pada Rabu (12/05), Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier secara khusus mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri bagi umat Muslim di Jerman. Ia menyampaikan rasa simpatinya karena umat Muslim di Jerman terpaksa harus merayakan Idulfitri tahun ini di tengah pembatasan sosial alias lockdown untuk kedua kalinya.

Kepala negara Jerman itu juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada umat Islam, karena sudah rela menahan rindu untuk tidak berkumpul dengan kerabat dalam kelompok besar menyusul pembatasan sosial yang diberlakukan.

"Idulfitri adalah sebuah perayaan untuk semua orang, keluarga Muslim dan untuk teman-teman mereka. Ini memang pahit mengingat kebersamaan di akhir Ramadhan tidak mungkin dilakukan selama dua tahun berturut-turut akibat pembatasan pandemi,” kata Steinmeier.

Harapan lewat program vaksinasi

Meski begitu, Steinmeier mengatakan ada harapan bagi Jerman untuk bisa keluar dari masa sulit pandemi COVID-19, yaitu lewat kampanye vaksinasi COVID-19 yang ia nilai sudah meningkat pesat di seluruh Jerman.

Steinmeier juga berterima kasih kepada umat Islam atas "kedisiplinan dan pengertian” yang diberikan, karena sekali lagi Idulfitri kali ini hanya bisa dirayakan di kalangan keluarga terkecil saja.

"Pada akhirnya, saya berharap dengan program vaksinasi yang sekarang berjalan lebih cepat, janji bagi kita untuk dapat berkumpul kembali bisa segera menjadi kenyataan,” kata Steinmeier.

Di momen yang sama, Steinmeier meyakini bahwa makna berpuasa juga sesungguhnya berkaitan dengan gagasan rekonsiliasi, sehingga dapat menawarkan harapan akan solidaritas yang lebih besar antarkomunitas.

"Saya berharap kesulitan yang kita alami bersama-sama di tengah pandemi kali ini dapat mendekatkan kembali komunitas agama dan orang-orang yang merasa tidak menjadi bagian dari agama mana pun di negara kita,” kata Steinmeier.

Bulan puasa umat Islam atau Ramadhan tahun ini akan berakhir pada 12 Mei 2021. Setelahnya, umat Islam di Jerman akan merayakan Idulfitri, yang biasanya dirayakan dengan makan dan berdoa bersama selama tiga hari.

Warga Muslim di Jerman jumlahnya sekitar 4 juta jiwa, atau sekitar 6% dari total populasi Jerman, demikian menurut data Pew Research Center di tahun 2016.

gtp/as (dpa, KNA)

Laporan Pilihan