Abbas : Pemilu di Palestina Tetap Dimajukan | dunia | DW | 18.12.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Abbas : Pemilu di Palestina Tetap Dimajukan

Presiden Palestina Mahmoud Abbas memilih untuk tetap memajukan jadwal pemilihan umum.

PM Inggris Tony Blair dan Mahmoud Abbas

PM Inggris Tony Blair dan Mahmoud Abbas

Menurut Mahmoud Abbas, warga Palestina telah sembilan bulan berada dalam krisis. Ini adalah waktu yang terlalu lama. Keadaan perekonomian, sosial, dan keamanan di Palestina terlalu buruk. Masalah ini kembali ditekankan oleh Abbas di Ramallah di hadapan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

Mahmoud Abbas : „Pemilu ini akan membantu kita keluar dari krisis ini. Sehingga dana bantuan akan kembali mengalir dan gencatan senjata antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat Yordan dapat berlangsung. Ini tentu saja akan membuka visi dari perundingan status akhir politik.“

Menurut Abbas, perbaikan dalam hidup keseharian warga Palestina hanya dapat terjadi jika sanksi ekonomi dicabut kembali. Sanksi tersebut dijatuhkan oleh negara-negara barat dan Israel terhadap pemerintahan otonomi setelah kemenangan kelompok Hamas dalam pemilu. Presiden Palestina telah berulang kali meminta Hamas untuk memenuhi tiga tuntutan komunitas internasional, terutama masalah pengakuan eksistensi Israel. Karena baru setelah itu lah, dapat terwujud pemerintahan koalisi dengan pihak Fatah. Dalam kunjungan singkatnya ke Tepi Barat Yordan, Perdana Menteri Inggris Tony Blair menunjukkan dukungan penuhnya terhadap rencana Abbas.

Tony Blair : „Kami ingin bekerjasama dengan orang-orang yang toleran dan mengerti bahwa sekarang orang yang berasal dari tempat yang berbeda akan bekerja sama. Kami ingin bekerja sama dengan orang yang bertanggungjawab dan mengerti permainan apa yang tengah terjadi. Saya siap memastikan, bahwa kami akan melakukan semuanya untuk meringankan beban dan mencapai kemajuan. Saya tidak ragu, bahwa Anda Tuan Presiden, memenuhi semua kriteria ini.“

Abbas sendiri menyebut kondisi di wilayah Palestina sebagai berbahaya. Ia berharap bahwa gencatan senjata yang disepakati juga dapat bertahan. Hal yang sama ditekankan oleh juru bicara Hamas di Gaza City.

„Kami memberikan selamat kepada kedua partai, Fatah dan Hamas, yang telah menandatangani perjanjian. Kami berharap agar perjanjian ini ditaati oleh semua partai, sehingga tidak ada darah Palestina yang tertumpah dan kesatuan nasional akan tercapai.“

Iklan