1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Yunani Akui Tak Mampu Kurangi Defisit

Pemerintah di Athena mengakui, tidak dapat menurunkan defisit anggarannya sebesar yang disepakati. Oleh karena itu Yunani masih harus menunggu pengucuran kredit berikutnya sebesar 8 milyar Euro.

default

Tugu Dewi Athena di samping bendera Yunani

Sejak akhir pekan lalu resmi diketahui Yunani tidak akan mampu memenuhi kewajibannya terhadap pemberi kredit Eropa. Kuota defisit Yunani jauh lebih tinggi dari  yang direncanakan. Menurut perhitungan resmi dari pemerintahan Perdana Menteri Giorgos Papandreou defisit anggaran Yunani mencapai 8,5 persen, sementara yang disepakati sebelumnya hanya 7,6 persen. Dapat dikatakan sejak beberapa pekan pemerintah di Athena seharusnya mengakui melakukan koreksi angka defisit itu menjadi 8,5 persen.

Juga mengenai rencana pemerintah Yunani menghapus puluhan ribu lapangan kerja di sektor pemerintahan, menurut pandangan sejumlah warga Yunani, seharusnya sudah dilakukan sejak lama. Seperti kata pria Athena berusia 61 tahun: "Itu seharusnya sudah dilakukan lima tahun lalu. Bagi mereka yang terkena saya tentu saja kasihan. Ada yang harus misalnya membayar kredit, itu tragis. Tapi pada dasarnya saya setuju dengan rencana itu."

Juga meskipun terutama dua serikat pekerja terbesar Yunani menolak segala bentuk PHK, jajak pendapat mingguan 'To Vima' akhir pekan lalu menunjukkan hampir 60 persen warga Yunani setuju PHK di sektor pegawai negara: "Saya setuju perubahan haluan di negara kami. Semua orang yang kini dipecat, memperoleh pekerjaannya hanya melalui koneksi. Juga meskipun pegawai yang bersangkutan sendiri tidak bersalah. Mereka yang memerintah di negara kami sejak puluhan tahun, itulah yang bersalah. Tapi mereka tidak pernah dihukum."

Puluhan Ribu Pegawai Negeri Yunani Terancam PHK

Sekitar 30 ribu warga Yunani yang selama ini bekerja di badan dan perusahaan milik negara, yang kini akan terkena PHK. Tahun ini saja mereka sudah terpaksa dirumahkan dan selama satu tahun hanya mendapat 60 persen dari gajinya. Setelah jangka satu tahun habis, mereka harus mencari lapangan kerja baru, jika tidak kemungkinan besar mereka akan di-PHK penuh.

Pengawas Troika yang terdiri dari Uni Eropa, Bank Sentral Eropa dan Dana Moneter Internasional, sudah menyetujui langkah perumahan tersebut. Yang masih dipertanyakan apa yang akan terjadi, jika ribuan pegawai negeri yang dirumahkan itu menuntut lewat pengadilan PHK de-facto mereka.

Oleh sebab itu tidak sedikit warga Yunani yang skeptis, apakah lapangan kerja di sektor pemerintahan benar-benar akan dikurangi. Pebisnis warga Athena berusia 32 tahun mengatakan "Pada dasarnya itu hal yang bagus. Tapi di sini adalah Yunani. Karena itu saya tidak tahu apakah itu benar-benar akan dilakukan. Mereka akhirnya dapat memutuskan menyelamatkan kolega yang disukainya. Atau kolega hasil koneksi."

Steffen Wurzel/Dyan Kostermans

Editor: Agus Setiawan

Laporan Pilihan