1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Xinjiang Kembali Bergolak

Konfrontasi yang melibatkan kapak, pisau dan pistol, berakhir dengan pembakaran rumah, menewaskan paling sedikit 21 orang di wilayah Xinjiang. Pemerintah Cina menuding itu sebagai serangan teroris.

Ini merupakan kekerasan paling mematikan yang terjadi di wilayah bergolak itu sejak Juli 2009, saat Urumqi yang merupakan kota utama di Xinjiang diguncang bentrokan antara mayoritas suku Han dengan kelompok minoritas Uighur yang menewaskan hampir 200 orang.

Sembilan warga, enam polisi dan enam orang dari etnik Uighur tewas dalam drama kekerasan Selasa (24/4), kata Hou Hanmin, juru bicara pemerintah Xinjiang.

Masih belum menjadi jelas berapa banyak korban tewas yang dibakar hingga mati dalam peristiwa itu.

Wilayah bergolak

Hou tidak menyebut nama kelompok, tapi Cina menyalahkan serangan sebelumnya yang terjadi di Xinjiang yang dikenal wilayah kaya energi -- dan memiliki lokasi strategis di perbatasan dengan Afghanistan, Pakistan, India dan Asia Tengah -- di mana kelompok separatis Islam ingin memisahkan diri dan mendirikan sebuah Negara Turkestan Timur merdeka.

Banyak orang Uighur, warga asli Xinjiang yang beragama Islam dan berbicara bahasa Turki, marah atas kontrol yang dilakukan pemerintah Cina atas agama, bahasa dan budaya mereka.

Tiga “pekerja komunitas” sedang berpatroli di di kawasan Bachu County, yang dikenal sebagai Maralbexi oleh orang Uighur, ketika mendapat informasi bahwa ada orang mencurigakan di sebuah rumah, kata Hou.

Satu dari tiga orang itu menggunakan telepon genggam untuk meminta tolong setelah mereka menemukan sejumlah pisau, mengakibatkan mereka dibbunuh oleh 14 orang “perusuh” Uighur  yang berada dalam rumah itu, kata Hou.

“Rakyat di kawasan ini sedang melakukan pemeriksaan rutin, namun aksi para perusuh itu kelihatan terencana dan dipersiapkan dengan baik,” kata Hou. ”Ini jelas sebuah serangan teroris.”

Sejumlah polisi dan “pekerja komunitas” lainnya datang dalam kelompok yang berbeda ke rumah di mana orang-orang Uighur itu kemudian menggunakan kapak dan pisau besar untuk menyerang polisi dan para pekerja itu, kata Hou.

Hanya satu polisi bersenjata, kata dia.

Bentrokan berakhir saat para anggota geng membakar rumah, membunuh orang-orang yang tersisa di sana, kata Hou. Delapan orang ditahan terkait kasus ini.


Dibanjiri pasukan bersenjata Cina

Sejumlah pejabat Cina menyalahkan serangan itu kepada kelompok militan muslim yang dilatih di Pakistan. Namun banyak kelompok hak asasi manusia mengatakan Cina melebih-lebihkan ancaman untuk membenarkan tindakan represi di wilayah itu.

Dilxat Raxit, juru biacara Kongres Dunia Uighur, mengatakan bahwa kekerasan itu meluas setelah ada tembakan dan pembunuhan atas anak-anak muda Uighur oleh “pesonel bersenjata Cina”, yang mendorong kelompok Uighur melakukan aksi balas dendam.

“Informasi yang kami terima bahwa sejak tadi malam sampai pagi ini, pemerintah telah membanjiri jalanan dengan orang-orang bersenjata,“ kata Dilxat Raxit melalui telepon dari Swedia tempat dia kini tinggal.

“Setelah insiden itu, saluran telepon dan internet wilayah itu diputus. Hari ini pelan-pelan mulai membaik meski belum seleuruhnya.

Juru bicara Menteri Luar Negeri Cina Hua Chunying mengatakan “aksi kekerasan para teroris” tidak akan mendapat dukungan masyarakat.

“Situasi saat ini di Xinjiang membaik, namun sekelompok kecil teroris masih mencoba berbagai cara untuk mengganggu stabilitas dan pembangunan yang sedang terjadi di Xinjiang,” kata Hua.

ab/hp (tr/dpa/afp)

Laporan Pilihan