1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Satu Tahun Setelah Kerusuhan Etnis di Xinjiang

Kota Urumqi tampak tenang walaupun aparat Cina memperketat keamanan pada peringatan satu tahun kerusuhan etnis yang 5 Juli tahun lalu menewaskan setidaknya 197 orang dan melukai 1700 lainnya.

default

Kerusuhan di Urumqi 5 juli 2009

Saat itu kerusuhan pecah antara warga muslim Uighur dan etnis Cina Han, dipicu oleh kematian buruh pabrik warga Uighur dan berkembang menjadi bentrokan antar etnis terparah di Urumqi dalam 10 tahun terakhir.

Jalanan di Urumqi lebih sepi dari biasanya, tetapi warga masih berangkat ke tempat kerja secara normal. Peringatan satu tahun kerusuhan antar etnis ini juga sepertinya dengan sengaja tidak diberitakan oleh stasiun televisi regional, radio dan media cetak. Berita yang muncul justru mengenai tema lokal, seperti banjir dan bandar udara baru. Sebagian besar warga mengatakan, ingatan akan peristiwa setahun lalu masih jelas, tetapi tidak cukup untuk bisa mengekspresikannya. Para pengguna taksi, bus, dan pejalan kaki diawasi oleh ribuan kamera pengawas CCTV dan patroli ribuan polisi anti huru-hara bersenjata lengkap dengan pengeras suara, tameng, dan helm. Beberapa kantor pemerintahan bahkan tutup. Namun, toko-toko kecil di kawasan pemukiman kaum Uighur, tetap buka. Para pemiliknya mengatakan, mereka tidak bisa menutup kurangnya pemasukan jika tidak berjualan satu hari.

Seorang aktivis Uighur yang tinggal di luar negeri, Dilxat Raxit, mengatakan warga di Xinjiang melaporkan kepada organisasinya melalui telepon, bahwa mereka diperingatkan untuk tidak mengadakan upacara peringatan mengenang korban yang meninggal. Raxit menambahkan, organisasinya menuntut untuk diadakannya investigasi independen akan jumlah korban yang sesungguhnya. Karena terlalu besar perbedaan antara jumlah korban tewas berdasarkan pemerintah Cina dengan laporan lain yang mereka terima. Pendapat yang sama juga dimiliki oleh organisasi Amnesty International. Sabtu lalu (3/7), organisasi kemanusiaan yang bermarkas di London ini menuduh Cina bersikap berlebihan antara lain dalam menggunakan kekerasan, melakukan penangkapan massal, dan proses pemeriksaan yang disertai dengan penyiksaan, saat dan setelah kerusuhan terjadi. Catherine Baber, wakil direktur Amnesty International untuk Asia Pasifik berpendapat, seharusnya pemerintah Cina memanfaatkan momen peringatan satu tahun kerusuhan untuk melakukan investigasi yang benar.

Apa yang dilakukan oleh pemerintahan Cina adalah usaha membangun kawasan tersebut untuk meredakan ketegangan yang ada. Dikabarkan oleh harian resmi Cina People's Daily, lapangan pekerjaan baru akan diwujudkan dalam tiga bulan ke depan bagi sekitar 16 ribu keluarga. Kota Urumqi juga akan menginvestasi kurang lebih 500 juta Dolar untuk memindahkan 200 ribu keluarga ke rumah baru yang telah direnovasi. Namun, tidak dirinci bagaimana pembagian pemberian lapangan kerja dan rumah tersebut kepada kelompok Han dan Uighur.

Vidi Legowo-Zipperer/rtr/dpa

Editor: Christa Saloh-Foerster