1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Uskup Agung Jerman Minta Maaf Pada Korban Pelecehan

Sebelum sidang awal tahun Konferensi Waligereja Katholik Jerman dibuka di Freiburg (22/02), Uskup Agung Robert Zollitsch minta maaf kepada korban pelecehan seksual sejumlah oknum gereja.

default

Uskup Agung Jerman Robert Zollitsch

Kepala Konferensi Waligereja Katholik Jerman, Uskup Agung Robert Zollitsch tegas mengecam skandal pelecehan seksual yang telah berlangsung dalam gereja Katholik. Ia menekankan, "Pelecehan seksual terhadap anak merupakan tindak kriminal yang memuakkan. Dengan sepenuh hati saya mendukung pernyataan Paus Benediktus yang serupa dan atas nama gereja Katholik di Jerman minta maaf kepada semua yang menjadi korban kejahatan kriminal itu." Demikian Uskup Agung Jerman itu meminta maaf atas pelecehan seksual yang dilakukan oleh pastor gereja Katholik terhadap anak-anak.

Uskup Agung Zollitsch juga mengatakan, hal ini akan dibicarakan dengan Sri Paus di Vatikan. Disebutkannya, Gereja di Jerman ingin agar kasus-kasus pelecehan seksual itu diselidiki secara tuntas. Ia menyambut sikap kaum Yesuit dalam ordonya dan pernyataan bahwa mereka akan melakukan segala sesuatu untuk membongkar kasus-kasus pelecehan seksual yang terjadi dalam lingkup gereja Katholik. Kasus pelecehan seksual di sebuah sekolah yang dikelola oleh ordo Yesuit di Jerman terungkap bulan lalu, setelah lebih dari 100 mantan murid melaporkan pelecahan tersebut. Para pemimpin gereja Katholik pun langsung menyatakan permintaan maaf mereka.

"Di mana saja, apabila timbul dugaan terjadi pelecehan seksual, maka harus segera dilakukan penyelidikan yang transparan mengenai hal itu. Kami uskup-uskup Jerman menuntut, agar semua peristiwa, baik yang pernah berlangsung dan tentu saja semua kasus-kasus pelecehan seksual terhadap yang baru terjadi segera diselidiki."

### Achtung, nicht für CMS-Flash-Galerien! ### Bischofskonferenz in Freiburg

Anggota Konferensi Waligereja Katholik Jerman pada misa kudus sebelum bersidang.

Zollitsch menyatakan, bahwa butir-butir pedoman untuk para Uskup yang ditetapkan tahun 2002 mengenai pelecehan seksual akan digodok ulang. Selain itu, sekitar 65 Uskup yang berkumpul di Freiburg itu akan membahas apakah tema seksualitas cukup diperhatikan dalam pendidikan untuk menjadi pastor.

Zollitsch juga memperingatkan bahwa bukan saja gereja, tapi juga masyarakat perlu waspada, "Kita perlu, juga dalam masyarakat, untuk membangun budaya yang lebih memperhatikan. Kita harus waspada terhadap apa yang berlangsung secara tersembunyi. Dan kita perlu memiliki keberanian untuk menunjuk suatu kejahatan, di mana saja hal itu terjadi.“

Di Freiburg, kelompok reformasi gereja „Wir sind Kirche“ menyampaikan kritik terhadap penanganan skandal pelecehan seksual yang berlangsung selama ini. Ketua kelompok itu, Christian Weisner, membandingkannya dengan krisis perbankan yang baru lalu. Disebutkannya, cara penanganannya selama ini menyebabkan gereja mengalami krisis kepercayaan.

Menurut Weisner, "Saat ini seluruh gereja Katholik menjadi sorotan negatif masyarakat. Apabila tidak ada perubahan mendasar dan hanya ada sedikit perbaikan di sana- sini, baik itu di Jerman maupun secara international dan juga di Vatikan, maka ada bahaya bahwa dugaan buruk itu akan tertuju pada semua tokoh spiritual, anggota ordo, lembaga dan sekolah-sekolah Katholik."

Selain membahas masalah pelecehan seksual di dalam gereja, dalam sidang yang berlangsung hingga Kamis (25/02) mendatang Konferensi Waligereja Katholik Jerman juga membicarakan sejumlah tema lain, termasuk dukungan untuk penghapusan utang Haiti.

Skandal pedofilia telah terdengar dari gereja-gereja Katholik di Irlandia dan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir. Di Jerman, kasus-kasus serupa baru mulai terdengar.

Hans Michael Ehl / Edith Koesoemawiria
Editor: Ayu Purwaningsih

Laporan Pilihan