1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Skandal Pelecehan Seksual Jerman Harus Diusut Tuntas

Semakin banyak kasus pelecehan seksual oleh Pastor terbongkar di lembaga pendidikan yang dikelola gereja, sorotan tertuju pada sekolah-sekolah ordo Yesuit.

default

Simbol pelecehan seksual dalam gereja Katholik

Hampir 120 orang menghubungi Ursula Raue pekan lalu. Kebanyakan di antaranya mantan siswa sekolah yang dikelola ordo Yesuit. Seputar tahun 70 hingga 80-an mereka mengalami pelecehan seksual oleh beberapa orang guru, yang juga pastor. Pekan lalu, Raue mengirimkan laporan sementara ke Pusat Ordo Yesuit Jerman di München.

"Layanan ini sudah ada sejak 2002. Selama 3 tahun bekerja di sini, saya sudah sering dihadapkan dengan kasus-kasus seperti ini. Namun apa yang kami alami sekarang, sudah membengkak sedemikian rupa dan tak pernah terbayangkan sebelumnya“, demikian tutur Raue.

Dalam pekan-pekan terakhir, yang melapor kepada Raue bukan hanya para korban dari lembaga pendidikan ordo Yesuit. Dari lembaga-lembaga gereja lainnya juga semakin banyak kasus yang terdengar. Baik dari lembaga Protestan, maupun lembaga Katholik lainnya.

Seluruhnya ada 12 orang tenaga pendidikan dan guru yang dituduh terlibat. Dalam tiga pekan terakhir sekitar 50 mantan siswa sekolah Canisius di Berlin melaporkan pengalamannya ketika masih di bangku sekolah. Mereka menuduh dua orang pastor, Peter R. dan Wolfgang S. telah memaksa mereka melakukan tindakan seksual.

Wolfgang S. juga dituduh telah menyiksa dan memukul mereka. Kenyataan bahwa sifat sadistis Wolfgang S sudah diketahui sejak tahun 1960-an, membuat Ursula Raue prihatin, "Ini bagi saya mengherankan. Laporan tertulis mengenai Wolfgang S, serta pengakuannya sama sekali tak ditindak lanjuti. Ini merupakan salah satu di antara sejumlah amatan saya, bahwa pastor-pastor itu ditawari semacam terapi. Namun, tak ada yang memikirkan kebutuhan anak-anak dan remaja yang menjadi korbannya.“

Raue menyarankan ordo Yesuit untuk mengusut kasus-kasus itu. Selain itu, membentuk kelompok kerja yang tidak hanya menyelidiki tuduhan masing-masing orang. Melainkan juga, memeriksa sejauh apa ordo itu secara sistematis merahasiakan masalah ini dan membuka peluang untuk kelanjutan tindakan itu. Bagi sebagian korban, saran yang disampaikan Raue tidak memuaskan.

Pengacara Berlin, Manuela Groll mewakili sejumlah korban. Ia menilai kritis hasil kerja Ursula Raue, "Saya juga mendengar keluhan dari beberapa orang yang merasa tidak cukup diperhatikan.“

Ke 12 pelaku pelecehan seksual ini kemungkinan besar tak akan dihadapkan ke pengadilan. Di Jerman, tuntutan pelecehan seksual akan kadaluwarsa sepuluh tahun setelah korban menginjak usia legal, 18 tahun. Semua kasus yang kini terbongkar sudah tak bisa dituntut secara hukum.

Meski begitu, pengacara korban akan berusaha untuk mendapatkan ganti rugi bagi para kliennya. Masih harus ditunggu, seberapa jauh ordo-ordo Katholik bersedia menghadapi konsekwensi ini.

Mathias Böllinger / Edith Koesoemawiria
Editor: Hendra Pasuhuk