1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Uni Eropa Sepakati Dana Bantuan Untuk Yunani

IMF dan Uni Eropa menyepakati bantuan senilai 110 milyar Euro bagi Yunani. Syaratnya Athena harus memperketat anggaran secara drastis. Jerman menuntut hukuman bagi negara dengan difisit anggaran yang terlampau besar

default

Menkeu Yunani Papakonstantinou dan PM Luxemburg Jean Claude Juncker

Tanpa bantuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Uni Eropa, Yunani akan bangkrut. Karena itu, pemerintah Yunani sudah berpekan-pekan meminta dana bantuan Uni Eropa. Syarat dikucurkannya dana bantuan bagi Yunani adalah disepakatinya paket penghematan yang sangat ketat.

Setelah perundingan yang alot, negara anggota Uni Eropa menyetujui pemberian paket bantuan kepada Yunani. Jean-Claude Juncker ketua kelompok pengguna mata uang Euro mengatakan, "16 negara yang menggunakan mata uang Europ menyetujui mekanisme bantuan bagi Yunani. Dasarnya adalah laporan Bank Sentral Eropa dan Komisi Eropa yang mencantumkan bahwa stabilitas seluruh kawasan pengguna Euro terancam."

Masih Harus Menunggu Persetujuan

Negara-negara pengguna Euro dan IMF akan mengucurkan dana 110 miliar Euro dalam tiga tahun mendatang. Tapi keputusan ini masih harus disetujui parlemen nasional sejumlah negara. Barulah kesepakatan ini diluncurkan secara resmi oleh para kepala negara dan pemerintahan yang akan bertemu di Brussel, Belgia, dalam beberapa hari ke depan.

Masalahnya sekarang, di tingkat nasional dukungan ini sulit didapat. Meski begitu, menteri keuangan Jerman Wolfgang Schäuble membela keputusan untuk membantu Yunani, "Semua warga Eropa - dan warga Jerman juga adalah warga Eropa - perlu mendukung upaya stabilisasi kawasan Euro. Itu adalah tugas kita. Kalau kita berhasil menyelesaikan tugas ini dengan baik, ini akan menguntungkan Eropa dan tentu juga semua warga Jerman."

Kekhawatiran Susulan

Sementara itu, Menteri Keuangan Austria Josef Pröll mengharapkan secara konkret bahwa Yunani melunasi pinjaman yang diberikan Uni Eropa. Sebenarnya, tidak ada yang bisa menjamin Yunani dapat memenuhi tuntutan ini. Kini, negara anggota Uni Eropa kuatir bahwa kasus Yunani tidak menjadi kasus tunggal. Beberapa negara anggota lainnya juga menimbun defisit anggaran. Jika semua negara itu menuntut bantuan, maka Uni Eropa akan kewalahan.

Tapi Menteri Keuangan Perancis Christine Lagarde menampik adanya efek domino, di mana setelah Yunani, kini negara Eropa lainnya ikut tumbang. "Yunani, Portugal, Spanyol, Italia dan kasus lainnya, semuanya merupakan kasus tunggal. Yunani memang merupakan kasus yang khusus, artinya data yang selama ini dilaporkan Yunani adalah data yang dimanipulasi. Dan ini yang mengguncang kepercayaan terhadap Yunani."

Komisi Eropa akan memantau perkembangan Yunani di tahun-tahun mendatang. Bank Sentral Eropa memuji paket penghematan Yunani tapi mendesak Athena untuk bersiap-siap menghadapi kebijakan lainnya yang lebih ketat. Tampaknya, tak semua pihak berhasil diyakinkan bahwa aksi penyelamatan Yunani ini memang merupakan keberhasilan.

Laporan Pilihan