Ukraina Tandatangani Perjanjian Asosiasi Uni Eropa | dunia | DW | 27.06.2014
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Ukraina Tandatangani Perjanjian Asosiasi Uni Eropa

Uni Eropa menandatangani perjanjian asosiasi dengan Ukraina, Georgia dan Moldova. Mendekatnya ketiga negara bekas Uni Soviet itu ke Eropa mengundang kritik tajam dari Rusia.

"Ini adalah hari yang menggembirakan bagi Eropa. Mulai hari ini, Uni Eropa akan mengiringi Anda begitu dekat", kata Ketua Dewan Eropa Herman van Rompuy di Brussel, ketika menandatangani Perjanjian Asosiasi dengan Presiden Ukraina Petro Poroshenko, didampingi Ketua Komisi Eropa Jose Manuel Barroso.

Penandatanganan Perjanjian Asosiasi juga dilakukan dengan Perdana Menteri Georgia dan Moldova, Irakli Garibashvili dan Iurie Leanca. Kalangan diplomatik menilai langkah ini sebagai sebuah peristiwa bersejarah.

Van Rompuy menegaskan, perjanjian itu tidak memuat sesuatu hal "yang bisa mengancam Rusia". Ia menawarkan semua pihak untuk menggunakan peluang bekerjasama demi "membangun masa depan yang lebih baik".

Kritik keras Rusia

Rusia sebelumnya mengeritik perjanjian itu dan mengatakan, kesepakatan tersebut mengancam kepentingan Rusia, karena Uni Eropa terus merambah ke kawasan yang "secara tradisional" berada di bawah pengaruh Rusia.

"Kami akan melakukan segala hal untuk melindungi kepentingan ekonomi kami", kata jurubicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov kepada kantor berita Rusia ITAR-TASS.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, dengan perjanjian itu, masyakarat Ukraina sekarang terpecah "karena dipaksa memilih" antara Eropa dan Rusia.

Perjanjian Asosiasi antara Uni Eropa dan Ukraina sudah dirundingkan selama bertahun-tahun, namun selalu gagal ditandatangani. Bulan November tahun lalu, presiden saat itu Viktor Yanukovych membatalkan penandatanganan setelah mendapat tekanan dari Rusia. Hal itu membangkitkan kemarahan publik di Kiev dan menyulut aksi protes massal selama berminggu-minggu. Setelah terjadi aksi kekerasan yang menewaskan ratusan orang, Yanukovych akhirnya lari ke Rusia.

Masa depan baru

Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengatakan, perjanjian asosiasi akan membuka masa depan baru bagi Ukraina, dan negara itu akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjadi anggota Uni Eropa di kemudian hari.

Ukraina telah membayar harga yang mahal bagi ambisinya menjadi bagian dari Uni Eropa, kata Poroshenko. Namun semua itu memang harus dilakukan demi masa depan Ukraina sebagai sebuah negara Eropa yang menunjung nilai-nilai Eropa.

"Hidup Ukraina, hidup Eropa…", kata Poroshenko dalam pidatonya di hadapan 28 kepala pemerintahan Uni Eropa yang hadir dalam upacara di Brussel.

PM Georgia Irakli Garibashvili mengatakan, negaranya kini menjadi bagian dari Eropa yang menjunjung demokrasi dan kebebasan.

Sementara PM Moldova Iurie Leanca menyatakan, setelah mengalami fase pasang surut yang panjang, negaranya akhirnya bisa bergabung dengan gagasan Uni Eropa. "Kami akan melakukan segalanya untuk melakukan modernisasi", tandasnya.

Perjanjian Asosiasi memberi peluang bagi Ukraina, Georgia dan Moldova untuk bergabung dengan pasar raksasa Uni Eropa karena berbagai hambatan pajak akan dihapuskan. Ketiga negara itu juga akan mendapat kemudahan bebas visa.

Syaratnya, ketiga negara harus memenuhi standar Uni Eropa dalam hal perlindungan hak asasi manusia, pemerintahan yang baik (good governance) dan lembaga peradilan yang independen.

hp/ap (afp/rtr)

Laporan Pilihan