1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Turki Publikasikan Foto Teroris Istanbul

Turki merilis "video selfie" tersangka teroris Istanbul yang membantai 39 orang saat malam pergantian tahun. Pelaku penembakan yang berwajah "Asia" masih tetap buron.

Türkei Istanbul Ortaköy nach dem Anschlag (DW/A. Duran)

Aparat keamanan Turki terus buru pelaku teror Istanbul

Pemerintah Turki akhirnya publikasikan citra tersangka pelaku teror Istanbul yang melakukan penembakan tamu kelab malam Reina pada malam pergantian tahun. Saat ini rekaman video selfie tersangka teroris di Taksim Square dan rekaman dari kamera pengawas di berbagai tempat diizinkan untuk dirilis ke publik. Sebelumnya aparat keamanan Turki melarang publikasi citra tersangka teroris yang menembak mati 39 orang dan melukai hampir 70 orang itu.

Sejauh ini pelaku penembakan brutal di Istanbul itu belum diidentifikasi. Namun sejumlah media lokal di Turki meyakini, teroris itu berasal dari kawasan Asia Tengah atau etnis minoritas Muslim Uighur dari Cina. Diduga teroris ini datang ke Turki bersama istri dan dua anaknya. "Karena itu kedatangannya samasekali tidak menarik peehatian aparat keamanan", demikian analisa harian HaberTurk.

Rekaman video dari berbagai sumber, menunjukkan tersangka teroris memakai baju berbeda-beda. Foto dan video dari kelab malam Reina menunjukan pelaku penembakan yang memakai topi Santa Claus. Sementara rekaman video dari kamera pengawas yang diperoleh harian Turki HaberTurk menunjukkan gambar teroris yang sama dalam seragam baju hitam khas "jihadis" dan menggendong ransel. 

Jihadis terlatih perang

Surat kabar terkemuka Hurriyet melaporkan, tersangka teroris itu amat terlatih dalam menggunakan senjata api. Dari teknik penggunaan senjata Kalashnikov, yang memuntahkan 120 tembakan ke arah para tamu di Reina, diduga keras ia merupakan seorang jihadis yang belajar teknik menembak dari ISIS dalam perang saudara di Suriah.

Kolumnis kenamaan Hurriyat, Abdulkadir Selvi meyakini, pelaku terlatih dalam perang di jalanan di kawasan pemukiman di Suriah. "Terlihat dari gaya menembak dari pinggang, bukannya seperti gaya penembak jitu atau snipper", ujar Selvi yang mencermati video pembantaian di Istanbul.

Sebelumnya ISIS juga sudah mengklaim aksi teror di Istanbul itu dilakukan oleh anggotanya. Ini sebagai balas dendam karena Turki kini berkomplot untuk memberantas kaum jihadis.

as/rzn(ap,afp,dpa)

 

Laporan Pilihan