1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tema Imigran Harus Ditangani Lebih Serius

Jerman memperdebatkan panas tema imigran selama bertahun-tahun. Pemicunya bukan hanya naiknya jumlah "pengungsi" tapi juga keengganan politik Jerman membahasnya secara konstruktiv. Perspektiv Christoph Strack.

Perdebatan bertema pengungsi atau imigran terus memicu kontroversi dan temanya campur aduk. Sekali waktu dibahas masalah "pengungsi" dan di lain tempo tema imigran. Perdebatan meluas dari mulai aturan Eropa hingga kewajiban manusiawi untuk menolong pengungsi. Tapi yang jelas, apakah temanya pengungsi atau pekerja migran, hingga kini tidak ada solusi tuntas.

Kini masalah imigran ditambah dengan ketentuan baru Blue Card dari Uni Eropa. Aturan itu mengizinkan negara anggota untuk merekrut pekerja berkualifikasi dari luar negeri dan memberikan izin tinggal. Jerman berusaha menepis aturan Blue Card dengan persyaratan pendapatan tahunan cukup tinggi. Tafsir di balik persyaratan ini: Jerman akan menerima imigran agar ekonominya tetap bergulir, tapi politik di negara ini tidak mau terbuka membahas tema imigran.

Kini Jerman dituntut untuk bertindak lebih serius, baik dalam tema imigran maupun pemohon suaka. Pasalnya perkembangan terbaru akibat situasi perang di Suriah, Irak atau Libya akan memicu makin banyak pengungsi ke Eropa. Juga makin banyak warga Afrika akan berusaha datang ke Eropa, dengan beragam alasan, dari mulai menghindari aksi kekerasan oleh negara hingga motif mencari penghidupan yang lebih baik.

Strack Christoph Kommentarbild App

Christoph Strack redaktur DW

Tidak ada yang tahu, berapa lama para pengungsi akibat perang saudara itu akan diizinkan tinggal di Jerman, atau apakah suatu hari mereka akan kembali ke negaranya? Dalam waktu bersamaan, sulit untuk ditolerir adanya gelombang "pengungsi" dari negara-negara Balkan yang sudah jadi anggota Uni Eropa atau calon anggota, untuk mencari suaka politik di Jerman.

Harus diakui, memang ada kasus penyerangan ke tempat penampungan pengungsi atau sikap kebencian terhadap warga asing serta demonstari kekerasan dengan yel-yel politik anti imigran. Namun di sisi lain juga ada kepedulian dan aksi terpuji baik di desa maupun di kota untuk membantu para pengungsi. Kegiatan ini jarang disorot, walau jelas membuat Jerman makin kaya warna.

Harus diakui politik Jerman sering terlambat bereaksi menanggapi suara-suara anti orang asing. Namun harus disadari bahwa menerima pengungsi dan imigran, integrasi serta saling memperkaya budaya, juga berarti kerja keras. Jerman dan Eropa sedang menghadapi tugas besar dan berat. Politik tidak boleh lagi menolak dan menghindari tema ini. Kinis saatnya menggarapnya secara konstruktif dan integrasi tidak boleh lagi dipandang sebagi kewajiban yang membebani.

Laporan Pilihan