1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tak Ada Motif untuk "Hilangkan" MH370

Pemeriksaan latar belakang atas seluruh penumpang pesawat Malaysia yang hilang, tidak menemukan tanda adanya seseorang yang mempunyai motif politik atau kriminal untuk menabrakkan atau membajak pesawat.

Para penyelidik yakin bahwa seseorang dengan pengetahuan yang dalam atas Boeing 777-200ER dan sistem navigasi komersil telah membelokkan arah – yang membawa 12 kru dan 227 penumpang yang sebagian besar adalah warganegara Cina – beribu-ribu mil jauhnya.

Pemeriksaan intelijen atas latar belakang 153 penumpang Cina di dalam pesawat hilang itu tidak menemukan tanda mencurigakan.

Sumber keamanan Amerika Serikat dan Eropa mengatakan upaya yang dilakukan sejumlah pemerintah untuk menyelidiki latar belakang semua orang yang ikut dalam penerbangan, tidak menemukan adanya kaitan mereka dengan kelompok militan atau siapapun yang bisa menjelaskan hilangnya jet tersebut.

Fokus ke pilot

Seorang sumber AS yang dekat dengan penyelidikan mengatakan bahwa para pilot pesawat itu sedang diselidiki karena pengetahuan teknis diperlukan untuk mematikan sistem komunikasi pesawat.

Para pejabat Malaysia sebelumnya mengatakan bahwa dugaan motif bunuh diri oleh pilot atau co-pilot masuk dalam penyelidikan, meski mereka menekankan bahwa itu hanya salah satu kemungkinan yang sedang diselidiki.

Penerbangan MH370 lenyap dari menara pengawas udara sipil Malaysia, kurang dari satu jam setelah lepas landas dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Kasus ini tercatat sebagai misteri terbesar dalam sejarah penerbangan modern.

Para penyelidik percaya bahwa seseorang telah mematikan sistem pengiriman identitas pesawat dan ACARS, yang berfungsi mengirimkan data dari pesawat ke darat. Menurut data militer Malaysia, pesawat itu berbalik arah melintasi semenanjung Malaysia dan mengikuti rute penerbangan komersial menuju India.

Tapi spekulasi itu masih belum bisa menjawab di mana pesawat itu kini berada.

Kepolisian Malaysia telah menggeledah rumah kapten Zaharie Ahmad Shah, 53, dan co-pilot Fariq Abdul Hamid, 27.

Diantara barang-barang yang disita adalah sebuah simulator penerbangan yang dibuat Zaharie di rumahnya.

Seorang perwira polisi senior yang dekat dengan penyelidikan mengatakan program dalam simulator pesawat itu termasuk diantaranya adalah landasan pacu Samudera Hindia di Maladewa, Sri Lanka, Diego Garcia dan India sebelah selatan, meski ia menambahkan bahwa landas pacu di AS dan Eropa juga ada di simulator tersebut.

ab/hp (afp,ap,rtr)

Laporan Pilihan