1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Badai Kritik atas Malaysia

Kritik keras ditujukan kepada Malaysia terkait cara mereka menangani hilangnya MH370. Negara itu dituding “menyia-nyiakan“ waktu dan sumberdaya berharga dengan melepas informasi dramatis satu pekan setelah kejadian.

Perdana Menteri Najib Razak sebelumnya mengungkapkan hasil penyelidikan yang mengindikasikan bahwa Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan 370 telah dibelokkan dan terbang beberapa jam setelah dengan disengaja berbalik arah dari tujuan ke Beijing.

Dimulainya pengungkapan setelah sepekan kebingungan dan munculnya berbagai spekulasi, memunculkan pertanyaan tentang kenapa pemerintah Malaysia perlu waktu begitu lama untuk mengungkapkan data terbaru, dan apakah mereka telah melewatkan kesempatan untuk mencegah pesawat itu untuk mengubah arah.

“Tak bisa dipungkiri bahwa pengungkapan informasi penting itu datang terlambat dengan cara yang menyakitkan,” tulis editorial kantor berita milik pemerintah Cina, Xinhua, sambil memberikan catatan bahwa tujuh hari yang ”menyiksa” itu harus ditanggung oleh keluarga orang-orang yang hilang.

Editorial itu meyakini bahwa para pejabat Malaysia bersalah melalaikan tugasnya dengan cara yang “tak bisa ditolerir”.

Dua pertiga penumpang pesawat yang berangkat dari Kuala Lumpur menuju Beijing itu berkewarganegaraan Cina.

Sia-siakan waktu dan tenaga tim Internasional

Ada kemarahan dan rasa frustasi bahwa Malaysia membutuhkan waktu begitu lama untuk membatalkan pencarian massal yang dilakukan sejumlah negara di Laut Cina Selatan jika mereka sudah tahu bahwa pesawat itu berbalik arah dan terbang menuju Samudera Hindia.

Najib tidak mengumumkan penghentian operasi pencarian di Laut Cina Selatan itu hingga hari Sabtu lalu. Pesawat itu hilang dari radar sipil di atas Laut Cina Selatan yang terletak diantara Malaysia dan Vietnam pada 8 Maret lalu.

“Dan karena tidak adanya – atau paling tidak lemahnya – informasi yang otoritatif, upaya besar-besaran telah tersia-sia, dan sejumlah isu telah berkembang,” kata editorian Xinhua.

Najib pada Sabtu lalu mengungkapkan bahwa sistem komunikasi Boeing 777 dimatikan – satu demi satu, menunjukkan itu sebagai sebuah tindakan yang dilakukan dengan sadar – sebelum jet berbelok dan kemudian terbang beberapa jam entah ke selatan Samudera Hindia atau ke sebelah utara menuju Asia Tengah atau Selatan.

“Sebagai pemimpin misi pencarian dan penyelamatan internasional, Malaysia memikul tanggung jawab yang tak terhindarkan,” kata editorial tersebut.

Kemarahan serupa muncul di media sosial Malaysia, dan juga Weibo – sebuah jejaring sosial Cina yang mirip Twitter.

“Prilaku pemerintah Malaysia dalam urusan ini bisa diringkas dalam satu kata: menipu!” kata salah seorang warga Cina di Weibo.

Selanjutnya

Laporan Pilihan