1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Serangkaian Serangan Tewaskan Puluhan Polisi Irak

Sedikitnya 28 anggota polisi tewas dalam serangan berantai di barat Irak, Senin (05/02). Dikhawatirkan al Qaida akan kembali menguasai wilayah.

Kelompok penyerang berkendaraan dan berseragam militer Irak menyerang beberapa pos penjagaan dengan menggunakan senjata mesin dan granat di Haditha, Provinsi Anbar. Demikian dikatakan pihak keamanan.

Sebelum melakukan aksi penyerang, kelompok bersenjata terlebih dahulu menculik dua perwira polisi di kota Haditha, yang terletak 220 km dari Baghdad, demikian dikatakan pejabat setempat. Kedua perwira polisi tersebut kemudian ditembak mati tidak jauh dari rumah mereka.

Menurut keterangan pihak kemanan, penyerang berjumlah lebih dari 50 orang datang dengan mengendarai 13 kendaraan. "Mereka memasuki kota dan diturunkan berkelompok di wilayah Haditha. Sementara penyerang lain menunggu di dalam mobil," dikatakan Letnan Kolonel Owiid Kalaf kepada kantor berita AFP.

Al Qaida Dituduh Bertanggungjawab

Mohammed Fathi, juru bicara kantor gubernur Anbar, menuduh al Qaida berada di balik serangan ini. Fathi menambahkan, serangan tersebut kemungkin ditujukan untuk menggagalkan pertemuan para pemimpin negara Arab, yang akan digelar di Irak akhir Maret ini.

Anbar, yang mayoritas penduduknya warga Sunni, dulu merupakan wilayah paling berbahaya di Irak. Dan serangan terbaru ini menimbulkan kekhawatiran, kembali berpijaknya al Qaida di Iirak setelah penarikan pasukan Amerika Serikat pada bulan Desember 2011. Dari tahun 2005 sampai 2007, Povinsi Anbar hampir seluruhnya di bawah kendali al Qaida.

Yuniman Farid/dpa/dap/afp/rtr

Editor: Ayu Purwaningsih

Laporan Pilihan