1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Robot Belajar Seperti Anak Kecil

Pakar informatik mencari cara agar robot dapat digunakan lebih efektif. Untuk itu mereka berupaya agar robot bisa belajar secara mandiri.

Lars Schillingmann menyortir gelas-gelas mainan dari plastik. Dalam ruang yang digelapkan di laboratorium riset robot "Research Institut for Cognition and Robotics" Universitas Bielefeld (CoR-Lab) para ahli informatik duduk pada sebuah meja, yang dikelilingi monitor yang terus menunjukkan kode program dan grafik. Ia menyusun gelas demi gelas.

"Lihat", kata Lars perlahan dan mengartikulasikannya kepada robot di seberangnya, sementara ia menyusun gelas plastik itu sampai tinggi. "Gelas yang merah ditumpuk ke yang kuning, dan yang kuning ke yang biru." "Merah, Kuning, Biru" kata suara komputer.

Rekan di seberang Lars Schilingmanns tampaknya mengerti. Ia adalah ICub, sebuah robot riset. Sebesar kira-kira anak TK dengan kepala plastik bewarna putih, mata bundar dan pipi tembam, punya kaki, lengan dan tangan. Robot itu dikembangkan khusus untuk meneliti perkembangan daya tangkap.

Bildname: CoRLab-ICub1 Titel: Forschungsroboter ICub Wer hat das Bild gemacht/Fotograf: Presse Universität Bielefeld / CITEC Wann wurde das Bild gemacht?: 2011 Wo wurde das Bild aufgenommen?: CoRLab, Universität Bielefeld Bildbeschreibung: Bei welcher Gelegenheit / in welcher Situation wurde das Bild aufgenommen? Wer oder was ist auf dem Bild zu sehen? Forschungsroboter ICub, speziell entwickelt zur Erforschung von Kognition und Roboter-Mensch-Interaktion

Robot riset ICub

ICub Diprogram untuk Belajar

Melalui kamera, ICub melihat apa yang ditunjukkan kepadanya. Robot itu memang diprogram agar bereaksi terhadap perubahan, misalnya terhadap gerakan atau perubahan keras suara. Schillingmann menunjuk pada grafik. "Di sini terlihat, petunjuk apa yang ditangkap ICub. Ia meregistrasi perubahan, jika ada suatu bagian gambar yang bisa ditangkapnya. Misalnya ia mengenali ada sesuatu yang bewarna, dan kemana arah gerakan warna itu. Dan ia juga memperhatikan kapan saya mulai berbicara dan kapan saya berhenti bicara."

Semakin banyak perubahan situasi yang muncul pada waktu bersamaan, itu semakin menarik bagi robot dan semakin banyak sinyal yang ditangkapnya secara sinkron. Dengan cara ini robot secara bertahap dan mandiri, belajar menangkap informasi akustik dan visual yang dikirimkan manusia, sehingga menjadi kaitan yang bermakna.

Program Rumit Menyulitkan Fleksibiltas Penggunaan Robot

Sejak tahun 2007 pakar informatik CoR-Lab bekerja sama dengan insinyur dan pakar neurologi, psikologi dan pakar linguistik mengembangkan mesin yang dapat menyesuaikan diri dengan tingkah laku manusia dan dapat belajar dari orang. Karena semakin banyak penggunaan robot di tempat kerja atau dalam pekerjaan rumah tangga, semakin penting fleksibilitas robot ini agar bisa berinteraksi dengan manusia. Memang sementara ini ada banyak model robot untuk rumah tangga atau jasa pelayanan yang diuji coba, tapi kebanyakan tidak dapat berfungsi efektif. Demikian ditekankan Sven Behnke, profesor untuk informatika praktis pada Universitas Bonn.

Roboter Cosero im Institut für Informatik an der Universität Bonn zu sehen. Er hat in diesem Jahr bei der Robocup-Weltmeisterschaft in Istanbul den ersten Platz in der @Home-Liga für die Bewältigung von Aufgaben im Haushalt gewonnen. Foto: DW/Gönna Ketels/DW-AKADEMIE 19.7.2011

Robot Cosero yang pandai memasak

Behnke sendiri bersama mahasiswa mengembangkan robot untuk jasa pelayanan rumah tangga yang bernama Bot Cosero dan mengenal keterbatasannya. "Pada kejuaraan dunia robot tahun lalu Cosero misalnya membuat kue dadar. Robot itu memegang botol berisi adonan telur, menyalakan kompor yang di atasnya ada wajan dan menuang adonan ke wajan itu. "Tapi itu proses tindakan yang diprogram secara ketat dengan banyak persyaratannya. Misalnya, harus menggunakan kompor yang diprogram dan bukan kompor lain.” Jadi memang tampaknya bagus dan menunjukkan sejauh mana kemungkinannya, tapi dari fungsi penggunaan praktisnya masih amat jauh.

Mendengar dan Meniru: Robot Belajar seperti Anak-anak

Di CoR-Lab Bielefeld diselidiki lebih jauh lagi landasan untuk pengembangan kemampuan kognitif mandiri dari robot. "Orang-orang yang di masa depan berhubungan dengan robot tidak akan semua menjadi pakar robotik,“ kata Lars Schilingmann. "Jika kita ingin agar robot dapat melakukan banyak hal, tanpa kita harus memrogramnya sendiri, kita harus menemukan metode yang praktis, bagaimana kita dapat mengajari suatu hal kepada robot.“

Wer hat das Bild gemacht/Fotograf: Presse Universität Bielefeld / CITEC Wann wurde das Bild gemacht?: 2011 Wo wurde das Bild aufgenommen?: CoRLab, Universität Bielefeld Bildbeschreibung: Bei welcher Gelegenheit / in welcher Situation wurde das Bild aufgenommen? Wer oder was ist auf dem Bild zu sehen? Roboter als flexibler und lernfähiger Arbeitskollege. Am Roboter-Testsystem FlexIRob werden neue Roboter-Mensch-Interaktionen erforscht. Der Roboterarm wird einmal vom Menschen über eine bestimmte Strecke, auf der er bestimmte Aufgaben zugewiesen bekommt. Anschließend wiederholt er dies selbstständig. Diplom-Informatiker Lars Schillingmann im Experiment mit Forschungsroboter ICub, Zuordnungsexperiment: ICub verfolgt Bewegungen und Handlungsbeschreibungen von L. Schillingmann, um sie später selbstständig zu wiederholen.

Pakar informatik Lars Schillingmann

Orang dapat memrogram robot sedemikian rupa agar ia dapat mengenali, hal-hal yang bisa dilakukan oleh semua manusia. Yakni berbicara dan meniru. Oleh karenanya ICub pada prinsipnya belajar seperti anak-anak dari orang dewasa, dengan mendengarkan dan meniru, mengalami kegagalan dan mencoba lagi. Bentuk dan jalannya eksperimen dengan gelas plastik, didasarkan pada studi ilmiah kognitif cara belajar anak berumur tiga tahun.

Robot riset sementara ini sudah berhasil menyelesaikan tugas berikutnya. Ia tidak hanya mengenali gelas apa bewarna apa dan pada urutan mana. Melainkan juga ia dapat hampir tanpa salah menyortir gelas mana dan yang bewarna apa, yang ditumpuk pada gelas dan pada warna lainnya.

ICub dapat menata barang, warna dan tujuan setelah ia mendapat contoh. Tapi untuk jangka panjang ia tidak perlu meniru lagi. ICub selanjutnya harus dapat melakukan gerakan dan bertindak, karena ia memahami instruksi. „Ini adalah dasar pertama, agar robot bisa mengerti apa yang saya katakan dan jelaskan,“ ujar Schillingmann. Jadi kelak suatu saat akan menjadi hal lebih mudah untuk berkomunikasi dengan robot seperti halnya dengan manusia.

Lydia Heller/Dyan Kostermans

Editor: Hendra Pasuhuk

Laporan Pilihan