1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

"Raif Tidak Bersalah"

Ensaf Haidar, istri blogger Arab Saudi Raif Badawi yang ditahan sejak 2012 memberikan interview kepada DW berkenaan dengan penyerahan hadiah BOBs dan pengumuman pendirian Yayasan Raif Badawi.

Ensaf Haidar Frau Blogger Raif Badawi

Ensaf Haidar, istri Raif Badawi

Ensaf Haidar, istri blogger Arab Saudi Raif Badawi, terus mengadakan kampanye untuk mendorong pembebasan suaminya dari penjara di Arab Saudi. Saat berada di Berlin untuk menerima penghargaan yang diberikan Direktur Jenderal DW, Peter Limbourg, Haidar menceritakan situasi buruk yang dihadapi Raif dan keluarganya. Raif tidak melakukan kesalahan apapun yang menyebabkannya dijatuhi vonis seperti ini, dikatakan Haidar.



Tiga anak mereka yang tinggal di Kanada rindu kepada ayah mereka, tetapi terpaksa besar tanpa ayah. Situasi Raif yang mendekam di penjara juga buruk, baik secara fisik maupun emosional. Ia dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dan 1.000 kali cambuk. Sejauh ini baru hukuman 50 kali cambuk dilaksanakan. Hukuman selanjutnya selama ini masih ditangguhkan.

Raif Badawi mit seinen Kindern

Raif Badawi dan anak-anaknya

Di Berlin Ensaf Haidar juga mengumumkan pendirian Yayasan Raif Badawi. Tujuan pendiriannya adalah untuk mendukung kebudayaan pemikiran liberal dan kebebasan pers. Menurut Haidar, warga negaranya juga ingin menyatakan pendapat. Jadi ini saat tepat untuk membicarakan perdamaian, kata Haidar.

Haidar menambahkan, suaminya dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dan 1.000 kali cambuk hanya karena menyatakan pendapat. Sejauh ini baru hukuman 50 kali cambuk dilaksanakan. Hukuman selanjutnya selama ini masih ditangguhkan.

Berlin Demonstration für die Freilassung Raif Badawis

Demonstrasi di Berlin untuk pembebasan Badawi (22/05/2015) dilaksanakan di depan Kedutaan Besar Arab Saudi.


"Saya belum putus asa. Saya punya perasaan, Raif akan bebas dalam waktu dekat," demikian Haidar. Ia menekankan, suaminya adalah pencinta perdamaian, yang menyatakan pendapat lewat cara damai. "Pemerintah Arab Saudi dan Raja Salman pasti akan mempertimbangkan lagi kasusnya, dan ia akan diampuni," kata Haidar dengan penuh harapan.

Laporan Pilihan