1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

DW Serahkan Penghargaan pada Blogger Arab Saudi

Blogger Raif Badawi mendekam di penjara Saudi sejak 2012. Tuduhannya, menghina Islam. Hukuman baginya antara lain cambuk 1.000 kali. Hari ini DW serahkan penghargaan BOBs bagi Badawi yang diwakili istrinya, Ensaf Haidar.

Deutsche Welle sudah mengumumkan pemberian hadiah BOBs kepada Raif Badawi Juni lalu, yaitu untuk kriteria "Freedom of Speech" (kebebasan berbicara). Hari ini, hadiah diserahkan Direktur Jenderal DW, Peter Limbourg di Berlin kepada istri Badawi, Ensaf Haidar, yang datang dari Quebeck, Kanada, di mana ia menetap bersama tiga anak mereka. Pada kesempatan itu, juga diumumkan berdirinya Yayasan Raif Badawi.

Pada 2008 Badawi medirikan forum online bagi warga Arab Saudi yang berpandangan liberal. Pemerintah di Jeddah mengambil tindakan dengan melarang Badawi mengadakan perjalanan dan pembekuan rekening. Tahun lalu, Raif Badawi dijatuhi vonis cambuk 1.000 kali dan hukuman penjara 10 tahun, juga denda sekitar tiga milyar Rupiah. Hukuman cambuk ditetapkan akan dilaksanakan setiap Jumat selama 20 minggu. 9 Januari 2015 hukuman 50 cambuk pertama sudah dilaksanakan. Pelaksanaan kedua sudah ditunda lebih dari 12 kali.

Tidak ada sumber resmi yang memberikan keterangan tentang alasan penundaan hukuman cambuk. Tetapi dari pekan-pekan sebelumnya diketahui bahwa penangguhan hukuman itu akibat alasan kesehatan Badawi.

Mengingat hukuman biasanya dilaksanakan hari Jumat, seorang pengguna Twitter menyatakan harapan agar Jumat ini (11/09) kembali jadi hari Jumat tanpa hukuman cambuk.

Pada konferensi pers yang diadakan dalam rangka pemberian hadiah kepada blogger Arab Saudi itu, istrinya, Ensaf Haidar memberikan keterangan bahwa keadaan kesehatan suaminya tidak baik. Ia juga menyatakan harapan agar lebih banyak negara mengambil tindakan untuk menolong suaminya.

Kamis kemarin (10/09) diumumkan bahwa Raif Badawi dinominasikan untuk mendapat hadiah Sacharov, yang berupa penghargaan bagi pejuang hak asasi manusia dari Parlemen Eropa.

Sementara itu, pengacara Badawi, Waleed Abu al-Khair juga dipenjara sejak April 2014. Hukuman yang dijatuhkan antara lain: penjara 15 tahun dan larangan pergi ke luar negeri selama 15 tahun, akibat membela Badawi di pengadilan. Waleed Abu al-Khair antara lain mengontak beberapa organisasi internasional dalam upaya membela Badawi. Ia ditahan antara lain dengan tuduhan tidak patuh kepada penguasa.

ml/as (twitter, afp, Zeit-online)

Laporan Pilihan