1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Presiden Jerman Undurkan Diri

Merupakan pengunduran diri pertama seorang presiden Jerman. Kontroversi yang timbul akibat pernyataannya, yang dianggap menyinggung keterlibatan tentara Jerman di Afghanistan, merupakan alasan pengunduran diri Köhler.

default

Presiden Jerman Horst Koehler berbicara di depan tentara Jerman di Afghanistan, Jum'at (21/05)

Senin (31/05), di Berlin, Horst Köhler menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden Jerman. Köhler mengatakan, alasan pengunduran dirinya adalah akibat gencarnya kritikan yang ia terima setelah pernyataannya mengenai misi tentara Jerman Bundeswehr. Sesaat setelah melakukan kunjungan di Afghanistan, dalam sebuah wawancara dengan sebuah stasiun radio, Köhler mengatakan, bahwa untuk mengamankan kepentingan ekonominya, Jerman harus 'mengikutsertakan militernya.

Tidak alang pernyataan Köhler ini mengundang reaksi keras di Berlin. Partai Sosial Demokrat, Partai Hijau dan Partai Kiri Die Linke mengecam keras pernyataan presiden Jerman ini. Tak kurang partai yang memerintah, Uni Kristen serta Partai Demokrat Liberal FDP, menunjukkan kemarahan terhadap pernyataan kepala negara Jerman ini. Sementara, Kanselir Angela Merkel, melalui juru bicaranya, Jumat (28/05), mengatakan, bahwa ia tidak ingin mengomentari pernyataan Köhler ini.

Köhler sendiri sempat meralat pernyataannya ini. Minggu lalu, seorang juru bicaranya mengatakan, bahwa bukan misi Bundeswehr di Afghanistan yang dimaksud Köhler.

"Saya menyesal, bahwa pernyataan saya telah memicu kesalahpahaman mengenai tema yang penting dan sulit untuk negara kita,“ dikatakan Köhler kepada para wartawann.

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Menteri Luar Negeri Guido Westerwelle telah menerima pemberitahuan pengunduran dirinya, dikatakan Horst Köhler. Tugas jabatan presiden Jerman untuk sementara diisi oleh ketua Bundesrat (Majelis Tinggi Jerman), Jens Böhrnsen dari Partai Sosial Demokrat.

Yuniman Farid/dpa/afp

Editor: Ayu Purwaningsih

Laporan Pilihan