1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Polisi Perancis Razia Tersangka Ekstrimis

Pihak kepolisian di Perancis tahan 19 tersangka ekstrimis Islam dalam razia dini hari, Jumat (30/3). Beberapa penangkapan terjadi di kota Toulouse.

Walau razia dan penangkapan dilakukan di kota Toulouse, dimana terjadi serangan yang menewaskan tujuh orang awal Maret lalu, polisi mengatakan penangkapan tidak "terkait secara langsung" dengan insiden tersebut. Mohamed Merah, 23 tahun, membunuh tiga tentara 11 Maret serta tiga anak-anak dan seorang dewasa 19 Maret.

Menurut laporan kantor berita afp, tujuan razia dini hari adalah untuk "membongkar jaringan" yang mencurigakan. Beberapa penangkapan juga dilakukan di kota-kota wilayah barat Nantes dan Le Mans. Presiden Perancis Nicolas Sarkozy mengatakan kepada radio Europe 1, operasi razia Jumat (30/3) hanyalah sebuah awalan. "Kami akan menginterogasi beberapa orang dan apa yang terjadi pagi ini akan berlanjut. Kami kemudian juga berhak untuk mendeportasi pihak yang mengancam Perancis."

Dalam razia tersebut, polisi berhasil menyita senjata Kalashnikov, pistol, granat dan jenis senjata lainnya. Diantara tersangka yang ditahan adalah Mohammed Achamlane, pimpinan kelompok ekstrimis yang menyebut diri mereka sebagai Forsane Alizza.

Razia polisi digelar sehari setelah pemakaman Mohamed Merah yang ditembak mati polisi setelah Merah dikepung selama 32 jam di apartemennya di Toulouse. Merah yang diduga terkait jaringan Al Qaida telah mengaku, bahwa ialah pelaku penembakan di Toulouse. Kakak Merah, Abdelkader, tengah diinvestigasi tentang pembunuhan tersebut. Abdelkader ditahan dengan tuduhan terlibat dalam aksi tersebut.

Vidi Legowo-Zipperer (afp, rtr)

Laporan Pilihan