1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Al Jazeera Terima Video Serangan di Toulouse

Video serangan pembunuhan di Perancis Selatan dikirimkan Al Jazeera. Kiriman via pos itu tampaknya dikirim Rabu (21/03) dari luar Toulouse oleh salah satu komplot Merah.

Stasiun televisi Arab Al Jazeera menerima video yang diduga direkam oleh pelaku serangan penembakan di sekolah Yahudi di Toulouse. Polisi Perancis kini menyelidiki pengirim video tersebut. Karena sang pelaku Mohamed Merah (23) tidak akan dapat mengirimkannya, demikian disampaikan polisi.

Al Jazeera menurut keterangannya sendiri memperoleh video itu Senin (26/03) dan segera menyerahkan kopinya kepada pihak berwenang. Video itu dikirimkan Rabu (21/03) lalu. Tapi Rabu (21/03) pagi, Mohamed Merah sudah dikepung oleh polisi di apartemennya di Toulouse. Setelah lebih dari 30 jam aksi pengepungan, Merah tewas tertembak ketika meloncat dari balkon saat polisi menyerbu ke dalam apartemennya.

A French police officer is seen at the window of Mohamed Merah's apartment, after a suspect, wanted in the deaths of three paratroopers, three Jewish schoolchildren and a rabbi, died following a standoff with police, Toulouse, France, Thursday, March 22, 2012. Mohamed Merah, who boasted of killing seven people to strike back at France died after being shot in the head by police as he jumped out of his apartment after a fierce gunfight with police, authorities said. (AP Photo / Thibault Camus)

Polisi Perancis setelah penyerbuan ke apartemen Mohamed Merah di Toulouse (22/03)

Video Tetap Tidak Dipublikasikan

Rekaman aksi pembunuhan yang tersimpan dalam sebuah penyimpan data atau modem USB, tidak akan dipublikasikan oleh Al Jazeera. Demikian disampaikan stasiun televise Arab itu di Paris. Sebelumnya Presiden Perancis menyatakan agar video itu tidak sampai ditunjukkan ke publik, “sebagai respek terhadap korban, sebagai respek terhadap republik.” Demikian dikatakan Sarkozy.

Rekaman video itu tampaknya direkam dari sudut pandang pelaku, kata pimpinan kantor Al Jazeera di Paris, Zied Tarrouche kepada stasiun televisi Perancis BFM. Kemungkinan besar kamera itu digantung di lehernya. „Orang dapat mendengar tembakan pada saat pembunuhan,“ dijelaskan Tarrouche lebih lanjut. Juga teriakan para korban dan suara tembakan dapat terdengar. Rekaman itu agak goyang, tapi tingkat kualitas tekniknya tinggi. Video itu sudah diedit dan diisi dengan musik dan ayat-ayat Al Quran. Demikian keterangan pimpinan kantor Al Jazeera di Paris.

A Qatari employee of Al Jazeera Arabic language TV news channel passes by the logo of Al Jazeera in Doha, Qatar, Wednesday Nov. 1, 2006. The English language offshoot of Qatar based pan-Arab television news channel Al Jazeera said on Tuesday it will start broadcasting on November 15, 2006. (AP Photo/Kamran Jebreili)

Logo Al Jazeera

Bersama video itu juga terdapat surat pengakuan yang ditujukan kepada kantor cabang Al Jazeera di Paris yang berkantor pusat di Qatar. Dalam surat yang ditulis dengan Bahasa Perancis yang buruk dan banyak terdapat kesalahan penulisan serta tata bahasa disebutkan, pembunuhan itu dilakukan atas nama jaringan teror Al Qaida.

Pencarian Komplot Lainnya

Sebelum diketahui adanya video tersebut pihak penyidik sudah berhasil menciduk tersangka komplot Merah yang kedua. Selain saudara laki-laki Merah, pria tersebut juga diduga terlibat dalam pencurian sepeda motos yang digunakan Merah dalam tiga serangan berdarahnya. Demikian dilaporkan polisi Selasa (27/03) di Paris. Pria tersangka ketiga, yang masih belum diidentifikasi, tampaknya juga terlibat dalam persiapan serangan-serangan tersebut.

Laporan Pilihan