1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pengungsi Suriah Berusaha Masuk Eropa dengan Paspor ISIS

Jerman pastikan puluhan pengungsi Suriah masuk Eropa dengan paspor palsu yang dikeluarkan ISIS. Dikhawatirkan ada penyusupan untuk lancarkan teror. Dua pelaku serangan Paris juga menyusup dengan paspor semacam itu.

Petugas kemanan Jerman mengkonfirmasi "menjaring" sejumlah pengungsi asal Suriah yang memakai paspor "asli tapi palsu" yang dikeluarkan oleh Islamic State-ISIS. Menteri dalam negeri negara bagian Bayern, Joachim Hermann seperti dikutip harian Bild, mengatakan; "Terdapat dugaan mereka ini menjalin kontak dengan ISIS".

Pasalnya dua diantara pelaku serangan teror Paris diketahui memasuki Eropa via Yunani dengan menggunakan paspor "aspal" semacam itu. Puluhan pengungsi Suriah menunjukkan paspor dengan ciri semacam itu saat memasuki Jerman bulan Oktober dan November lalu sebelum dilancarkannya serangan teror Paris.

"Kami dapat memastikannya, karena pada saat itu membuat copy paspor para pengungsi", ujar menteri dalam negeri Bayern, Hermann. Nomor seri paspornya sama dengan nomor paspor yang dilaporkan dirampas oleh IS, tambah dia.

Flüchtlinge Deutschland

Jerman akan mulai periksa lagi satu persatu paspor pengungsi Suriah

Namun sejauh ini diakuii sulit mengambil langkah keamanan lanjutan. "Walau terdapat dugaan, adanya penyusupan sejumlah anggota ISIS dengan menyamar sebagai pengungsi, tapi kami tidak bisa melacaknya dan tidak tahu lagi dimana keberadaan mereka", ujar Hermann. Sebab setelah registrasi awal, mereka diizinkan melanjutkan perjalanan. "Ini membuat kami kecewa", ujar mendagri Bayern itu.

ISIS buka bisnis jual paspor

Petugas keamanan Jerman melaporkan, saat menaklukan berbagai kota di Suriah, Irak dan Libya kelompok "jihadis" ISIS berhasil "menyita" puluhan ribu buku paspor asli yang masih kosong. Dari kota Raqqa di Suriah saja yang ditaklukan bulan Maret silam, ISIS berhasil merampas hampir 4000 buku paspor blanko semacam itu.

Menimbang sangat banyaknya buku paspor blanko dari tiga negara yang dirampas ISIS, para petugas keamanan juga kesulitan memastikan, apakah pembawa paspor aspal itu anggota ISIS atau pengungsi sejati. Diketahui ada pasar jual beli paspor yang amat menggiurkan di kawasan konflik Suriah dan Irak. Dalam beberapa bulan belakangan makin banyak pengungsi yang berusaha memasuki Eropa dengan membawa paspor "aspal" semacam itu.

Karena ancaman bahaya teror cukup nyata, Jerman memutuskan mengambil langkah antisipasi cepat. Jerman mulai menerapkan lagi pemeriksaan satu-persatu paspor para pengungsi, terutama mereka yang datang dari Suriah. Petugas keamanan kini mengakui, terdapat banyak ketidakcocokan antara paspor yang ditunjukkan dengan identitas pembawnya. Sebelummya menteri dalam negeri Jerman, Thomas de Maiziere sudah mengindikasikan, dari sekitar satu juta pengungsi yang ditampung di Jerman, sekitar 30 persennya memakai paspor palsu atau "aspal".

as/yf(rtr,afp,ap,dpa)

Laporan Pilihan