1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Amnesty Tuding Rusia Bantai Warga Sipil Suriah

Organisasi HAM Amnesty International mengklaim serangan udara Rusia turut membunuh sekitar 200 warga sipil Suriah. Negeri beruang merah itu dituding membidik obyek sipil. Rusia diyakini telah melakukan kejahatan perang

Serangan udara militer Rusia membawa petaka terhadap ratusan warga sipil di Suriah. Kesimpulan tersebut dipublikasikan organisasi HAM Amnesty International dalam laporan terbarunya.

"Sejumlah serangan udara diarahkan buat menyerang warga sipil atau obyek sipil seperti kawasan pemukiman penduduk, tanpa adanya bukti kuat perihal target militer." Rusia juga dituding mengebom rumah sakit yang menewaskan warga sipil. "Serangan semacam itu bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang," kata Philip Luther, Direktur Program Timur Tengah dan Afrika Utara di Amnesty.

Tudingan itu ditepis Rusia. Sejak mengawali intervensi militer, Moskow selalu mengklaim pihaknya membidik Islamic State dan kelompok teror lain buat melindungi rejim Bashar Assad. Warga sipil tidak masuk dalam skema target serangan udara.

Dalam laporannya, Amnesty International menganalisa enam serangan udara yang digalang militer Rusia di Homs, Idlib dan Aleppo antara September hingga November. Menurut organisasi yang bermarkas di London, Inggris itu, sekitar 200 warga sipil tewas.

Serangan di Homs diarahkan pada sebuah pasar, masjid dan rumah sakit. "Setelah sejumlah serangan, Rusia langsung merespons dengan mengklaim tidak menewaskan warga sipil. Sebaliknya setelah serangan lain, mereka cuma diam," ujar Philip merujuk pada upaya Rusia menutup-nutupi korban sipil.

Amnesty mengklaim memiliki bukti bahwa Rusia juga menggunakan bom curah yang sudah dilarang penggunaanya oleh PBB. Temuan tersebut selaras dengan laporan Human Rights Watch yang mencatat 20 kasus serangan bom curah sejak Rusia menurunkan kekuatan militernya.

Sejauh ini perang di Suriah diyakini telah menewaskan 250.000 orang.


rzn/yf (dpa/afp)

Laporan Pilihan