1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Penghargaan Bagi Pengungkap Spionase AS

The Washington Post dan The Guardian memenangkan penghargaan Pulitzer untuk laporan berita mereka mengenai kegiatan mata-mata global Amerika yang didasarkan atas bocoran Edward Snowden.

Kisah-kisah mengenai program mata-mata National Security Agency yang mengungkapkan bahwa pemerintah secara sistematis mengumpulkan informasi jutaan percakapan telepon dan email orang Amerika dalam upaya untuk mencegah serangan teroris. Kegemparan yang akhirnya mendorong Presiden Barack Obama melaksanakan pembatasan bagi kegiatan penyadapan.

Laporan itu ”membantu merangsang diskusi yang sangat penting tentang keseimbangan antara privasi dan keamanan, dan diskusi itu masih berlangsung hingga kini,“ kata Sig Gissler, penyelenggara Pulitzer Prizes.

Berbagai cerita mengenai NSA ditulis oleh Barton Gellman di The Washington

Post dan Glenn Greenwald, Laura Poitras dan Ewen MacAskill, yang beritanya kemudian dipublikasikan oleh The Guardian US, harian dari Inggris yang beroperasi di Amerika dan berbasis di New York.

“Saya pikir ini adalah berita yang luar biasa,” kata Poitras. "Ini adalah bukti keberanian Snowden, pembenaran bagi keberanian dan hasratnya untuk membiarkan publik tahu apa yang sedang dikerjakan pemerintah.”

Snowden, seorang bekas pegawai kontrak di NSA, didakwa melakukan kegiatan mata-mata serta berbagai pelanggaran hukum lainnya terhadap AS dan terancam hukuman 30 tahun penjara jika terbukti. Ia melarikan diri dan meminta suaka di Rusia.

Pro kontra Snowden

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Freedom of the Press Foundation, Snowden menyampaikan hormat ”kepada para reporter dan rekan-rekan mereka yang berani yang tetap bekerja di hadapan intimidasi yang luar biasa, termasuk paksaan untuk menghancurkan materi jurnalistik, penggunaan undang-undang anti terorisme yang tidak pantas, dan begitu banyak bentuk tekanan lain untuk menghentikan mereka.”

Para pendukung Snowden menyamakan pengungkapannya itu dengan kasus pembocoran Pentagon Papers, rahasia mengenai sejarah Perang Vietnam yang dipublikasikan oleh The New York Times pada 1971 yang membuat harian itu meraih Pulitzer. Para pengkritik melabeli dia sebagai seorang kriminal.

“Untuk menghargai tindakan ilegal, yang akan memungkinkan pengkhianat seperti Snowden, bagi saya adalah sesuatu yang seharusnya tidak diberi penghargaan Pulitzer,” kata Peter King, anggota kongres dari partai Republik di New York. ”Snowden telah melanggar sumpahnya, Ia telah membuat nyawa orang Amerika dalam bahaya.”

Hadiah Pulitzer untuk laporan internasional diberikan kepada Jason Szep dan Andrew R.C. Marshall dari Reuters atas laporan mereka mengenai persekusi kekerasan atas minoritas Muslim di Myanmar.

Pulitzer untuk breaking news diberikan kepada The Boston Globe untuk laporan mereka yang ”lengkap dan empati” dalam kasus pemboman Boston Marathon yang disusul dengan perburuan para tersangka.

Dua surat kabar terbesar dan paling terkenal di Amerika, The Washington Post dan The New York Times, masing-masing memenangkan Pulitzer, sementara penghargaan kategori lain tersebar diantara sejumlah publikasi kecil dan besar.

Penghargaan Pulitzer diberikan setiap tahun oleh Columbia University atas rekomendasi dari dewan wartawan terhormat serta beberapa institusi terkait media di Amerika.

ab/rn (afp,ap,rtr)

Laporan Pilihan