1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Sengketa Wikileaks - Guardian Meruncing

Dokumen rahasia berisi pesan kawat diplomatik Amerika Serikat milik Wikileaks beredar di internet tanpa terlebih dahulu diperiksa. Kamis (01/09), Wikileaks menyatakan, The Guardian bertanggung jawab atas skandal ini.

default

Gambar simbol Wikileaks dan bocornya kawat diplomatik Amerika Serikat

Keduanya pernah menjadi sebuah Dream Team, Wikileaks dan The Guardian: platform pembocor dokumen rahasia dan koran yang terkenal dengan jurnalisme investigasinya. Tapi sengketa mengenai siapa yang bersalah dalam skandal pembeberan dokumen rahasia terbaru menjadi bukti terjadinya keretakan yang mendalam dalam hubungan Wikileaks dengan The Guardian.

Awal dari Akhir Hubungan

Dan keretakan ini sudah dimulai pada bulan November tahun 2010. Ketika itu pendiri Wikileaks Julian Assange menawarkan Guardian 210.000 kawat diplomatik, yang kemungkinan diperoleh Wikileaks dari tentara Amerika Serikat Bradley Manning. Dan The Guardian menganggap, koran ini dapat memanfaatkan dokumen ini seperti yang mereka inginkan.

"Sengketa dengan Guardian telah mulai 1 November lalu, karena Guardian memberikan seluruh dokumen tersebut kepada New York Times, walaupun dalam perjanjian tertulis, Washington Post lah yang harus mendapatkan dokumen tersebut," papar Assange. 

Julian Assange menuduh direktur divisi investigasi Guardian, David Leigh, bertanggung jawab atas insiden itu. "Sejak itu kami tidak berbicara lagi dengan David Leigh."

Ini juga dibenarkan David Leigh, "Ia (Assange) marah sekali karena kami memberikan dokumen tersebut kepada New York Times. Ia marah karena koran ini menulis laporan yang pedas mengenai dirinya."

Kasus Pelecehan Seksual

Perselisihan antara Guardian dan Wikileaks semakin memanas di bulan Desember 2010, karena Guardian menerbitkan dokumen mengenai penyelidikan kejaksaan Swedia terhadap Assange, seputar kasus pelecehan seksual yang dituduhkan terhadap Assange.

Pimpinan Wikileaks Julian Assange mengatakan, "Tidak tahu bagaimana, pihak penuntut Swedia telah memberikan dokumen investigasinya kepada media secara ilegal."

Dan perselisihan memuncak saat biografi Assange yang ditulis David Leigh dipublikasin bulan Februari lalu. Dalam biografi ini tertulis juga kata kunci untuk membuka file berisi dokumen kawat diplomatik yang belum diperiksa. Dan sekarang Wikileaks menuduh Guardian bertanggunjawab atas beredarnya dokumen-dokumen tersebut di internet.

WIkileaks Dianggap Tidak Berdaya

Guardian membela diri dengan mengatakan, biografi telah beredar sejak tujuh bulan lalu, cukup waktu bagi Wikileaks untuk mengubah kata kunci tersebut. Guardian menambahkan, selain itu Assange juga menyatakan bahwa itu merupakan kata kunci sementara.

David Leigh mengatakan, serangan yang dilakukan Julian Assange terhadap Guardian menunjukkan Wikileaks telah kehilangan akal dalam menanggapi skandal bocornya kawat diplomatik terbaru.

Kasus bocornya kawat diplomatik ini dapat menghancurkan reputasi Wikileaks. Wikileaks diangap tidak mempu menjamin perlindungan informasi-informasi mereka. Dan untuk surat kabar The Guardian, skandal ini merupakan bahan berita menarik lainnya mengenai Assange yang dapat dipublikasikan.

Sebastian Hesse/Yuniman Farid

Editor: Andriani Nangoy

Laporan Pilihan