1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pembunuhan Gajah Meningkat di Indonesia

Sumatra berpopulasi gajah signifikan, disamping memiliki sejumlah hewan terancam lainnya seperti harimau, orangutan dan badak. World Wildlife Funds WWF membeberkan, 129 ekor gajah Sumatra tewas dalam dekade terakhir.

Gajah termasuk kategori hewan yang terancam punah dan perlu dilindungi. Namun banyak gajah-gajah yang mati karena ditembak atau diracun di Sumatra, khususnya di Riau. Hal itu, menurut laporan WWF, menunjukkan kelemahan penegakan hukum terhadap pemburu liar di kawasan itu.

Belum Ada Pelaku Yang Diadili

Laporan yang diluncurkan WWF pada hari Selasa (04/06713) menyebutkan, sejak 2004 kebanyakan gajah yang ditemukan mati terjadi di propinsi Riau. Namun, hingga kini belum ada pelakunya yang pernah ditangkap atau diadili.

Organisasi lingkungan itu mencatat peningkatan pembunuhan gajah tahun lalu, di mana 29 ekor gajah mati karena ditembak atau diracun, termasuk 14 ekor gajah di propinsi Aceh.

Sumatra Elefanten

Gajah Sumatra



Laporan WWF Indonesia ini dipublikasikan tiga hari setelah kembali ditemukan bangkai dua ekor gajah Sumatra di Riau, diduga akibat ulah pemburu liar. "Gajah jantan yang tewas berusia 5 tahun. Sekitar satu kilometer dari sana ditemukan bangkai kedua, seekor gajah betina," ungkap jurubicara WWF, Syamsidar.

Gading dan Racun

Bulan Mei lalu, seekor gajah juga ditemukan mati di dekat Taman Nasional Tesso Nilo. Gading gajah itu terpangkas habis. Hasil otopsi menemukan sebuah kantong plastik berisi racun di dalam perutnya.

Hingga kini diketahui 59 persen gajah mati akibat diracun, 13 persen baru diduga karena keracunan dan sekitar 5 persen mati ditembak. Sedangkan sejumlah gajah lainnya tewas karena penyakit atau alasan-alasan yang tidak diketahui.

Elfenbein Elefanten Hong Kong Schmuggel

Sitaan Gading Gajah di Hongkong



Organisasi The International Union for Conservation of Nature, (IUCN), Januari 2012, mengubah kategori gajah di Indonesia menjadi “amat terancam punah”. Satu tingkat di bawah kategori “punah“. Jumlah gajah di Sumatra pun sudah berkurang separuh dari jumlah 5.000 gajah pada tahun 1985, menjadi antara 2,400 dan 2,800 ekor gajah. Para ahli lingkungan memperingatkan, bahwa dalam kurun waktu 30 tahun gajah bisa sama sekali punah bila tidak dilindungi.

Habibat Yang Punah

Berkurangnya jumlah binatang yang istimewa ini terutama disebabkan oleh penggerusan habitatnya oleh manusia. Dalam 25 tahun terakhir, 70% habitat gajah hilang akibat penjarahan hutan yang menyetorkan kayu ke pabrik pulp dan kertas atau misalnya, karena pengalihan kawasan menjadi perkebunan kelapa sawit.

Rentetan pembunuhan gajah dan orangutan tahun ini di Indonesia, yang merupakan pemasok utama minyak sawit dunia, kerap terjadi di sekitar hutan yang telah diubah menjadi perkebunan kelapa sawit.

Sumatra termasuk kawasan penting di dunia yang memiliki populasi gajah yang signifikan, disamping harimau, orangutan dan badak. Laporan WWF itu menuliskan, "Perlu adanya tindakan efektif di lokasi agar gajah Sumatra terlindung dari kepunahan, terutama di Riau." Populasi gajah di Riau tinggal sekitar 300 ekor gajah.

Perlindungan Lintas Negara

Achmad Saeroji, Ketua Badan Pemerintah untuk Konservasi Alam di Riau, menyangkal tudingan lemahnya penegakan hukum. Ia mengatakan, sedikitnya sudah delapan kasus yang ditangani oleh pihak berwenang. "Kami menginvestigasi kematian setiap gajah yang ditemukan tewas," jelasnya. Namun menurut dia, "Sulit sekali untuk menangkap pelakunya, karena laporan yang kadang terlambat diterima atau karena ketakutan yang meluas di masyarakat untuk melaporkan aksi pemburu liar, terutama karena ada jaringannya.”

Elefant im Porzellanladen



Gajah di Indonesia kadangkala masuk ke kawasan dekat hunian masyarakat untuk mencari makanan. Mereka merusak ladang dan kadang menyerang orang-orang yang menggangunya, oleh karena itu gajah kurang disukai oleh masyarakat. Adakala gajah-gajak itu ditembak atau diberi makan buah-buahan yang sudah dibubuhi racun. Banyak juga gajah yang ditembak mati oleh pemburu liar yang menginginkan gadingnya.

Perlindungan gajah perlu digalakkan lintas negara. Januari lalu di pulau Kalimantan ditemukan bangkai 14 gajah kerdil di kawasan Sabah, Malaysia. Foto anak gajah berusia tiga bulan dan diberinama "Joe“ yang berusaha membangunkan ibunya, sempat menggugah dunia.

ek/yf (afp/ap)

Laporan Pilihan