1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Jelajah Jerman

Pembelajaran dari Bencana Nuklir Fukushima

Dua tahun pasca bencana nuklir di Fukushima, sejumlah langkah diambil pemerintah Jerman untuk melindungi warga. Namun implementasinya membutuhkan waktu tahunan, dan kritisi mengaku khawatir.

Saat Maret 2011 gambar-gambar bencana nuklir Fukushima dipertontonkan di televisi Jerman, Kanselir Angela Merkel bereaksi cepat. Ia berjanji untuk mengkaji keselamatan seluruh pembangkit listrik tenaga nuklir di Jerman, dan tak lama kemudian 8 reaktor di Jerman ditutup. Lalu pemerintah mengumumkan bahwa Jerman akan bebas nuklir pada tahun 2022.

Namun apakah pemerintah Jerman menarik kesimpulan yang benar? Para pakar dari Komisi Internasional untuk Perlindungan Radiasi (ICRP), yang menasehati Berlin untuk masalah semacam ini, memberi rekomendasi lebih lanjut terkait perlindungan warga apabila terjadi bencana nuklir di Jerman.

Bencana Fukushima mendorong penutupan fasilitas nuklir Jerman

Bencana Fukushima mendorong penutupan fasilitas nuklir Jerman

Komisi ingin melihat radius zona evakuasi dinaikkan dari 10 menjadi 12 kilometer. Lebih lanjut, komisi tersebut menganjurkan kepada Berlin untuk membuat stok nasional untuk tablet yodium. Apabila iodium dikonsumsi pada waktu yang tepat, dapat mencegah tiroid terkena iodium radioaktif.

Sudah terlambat, menurut sebagian...

Tindakan pencegahan seperti ini seharusnya sudah dilakukan sejak dulu, kata Jochen Stay dari kampanye anti-nuklir 'Ausgestrahlt.' Dan Stay mengklaim pencegahan yang dikemukakan oleh para pakar belum cukup. "Mereka berpikir untuk mengurangi batas untuk permukiman dari 100 menjadi 50 milisievert," katanya kepada DW. "Awalnya terdengar seperti kabar baik, tapi di Jepang batas yang ditetapkan adalah 20 milisievert untuk zona di sekitar Fukushima."

...tidak mendesak, menurut lainnya

Hingga kini belum jelas rekomendasi mana yang akan diimplementasikan. Kementerian Lingkungan Jerman belum mau berkomentar lebih detail karena konsultasi dengan kalangan pakar belum selesai. "Pada titik ini, saat kami belum tahu betul seluruh kerangkanya, akan sangat tidak pantas untuk mengatakan bahwa kami akan melakukan ini dan tidak akan melakukan itu," jawab Katharina Reiche mewakili kementerian

Reiche mengatakan PLTN Jerman cukup aman

Reiche mengatakan PLTN Jerman cukup aman

Ia memandang belum diperlukan tindakan segera karena seluruh PLTN Jerman sudah diperiksa secara seksama setelah bencana Fukushima, dan para pakar internasional menyimpulkan bahwa PLTN Jerman memenuhi standar keselamatan tertinggi.

Pembangkit tua, lebih banyak insiden

Stay dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah Jerman bermain dengan api. Ia yakin bahaya sebuah bencana terus meningkat setiap tahun seraya PLTN menua. Ia pun menekankan bahwa lebih banyak insiden terjadi pada akhir masa hidup sebuah PLTN, saat materi dan fasilitas teknis menua.

"Seluruh PLTN yang masih beroperasi di Jerman baru akan memasuki fase akhir yang berisiko tinggi," ucap Stay. "Yang berarti kini waktunya bagi kita untuk memperhatikan."

Stay menilai pemerintah Jerman bermain dengan api

Stay menilai pemerintah Jerman bermain dengan api

Stay meyakini bahwa banyak pemain yang menunda-nunda karena tidak ingin mengeluarkan dana untuk mengembangkan rencana darurat baru. Ini melibatkan, contohnya, membuat rencana bencana untuk wilayah sekitar, termasuk menyediakan bus untuk evakuasi.

"Harapannya kalau debat berlangsung cukup lama, mungkin PLTN ini atau itu sudah siap ditutup dan mereka tidak perlu mengkhawatirkan rencana baru lagi," ujar Stay.

Tidak ada aksi nasional

Berapa lama lagi sampai rekomendasi baru terwujud masih belum jelas. Bahkan apabila para ahli dari ICRP mencapai kesepakatan dengan Kementerian Lingkungan Jerman, badan-badan yang terkait dari setiap negara bagian Jerman masih harus menyetujui rekomendasi.

Reiche menambahkan keharusan adanya aturan yang berlaku tidak hanya di Jerman - ia berargumentasi bahwa aturan untuk Jerman sendiri tidak terlalu berguna. "Kita harus melihat ke seluruh Eropa dan mencari standar serta pendekatan bersama," pungkas Reiche.

Laporan Pilihan