1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jerman Desak Percepat Perlindungan Iklim

Pemerintah Jerman janjikan dana lebih besar untuk perlindungan Iklim. Hal itu disampaikan Menteri Lingkungan Peter Altmeier di Konferensi Perlindungan Iklim di Warsawa, Polandia.

"Pemerintah Jerman akan memenuhi target perlindungan iklimnya, yaitu minus 40 persen emisi gas rumah kaca sampai tahun 2020", kata Menteri Lingkungan Peter Altmeier di hadapan peserta Konferensi Iklim di Warsawa hari Rabu (20/11).

Jerman mendesak agar upaya perlindungan iklim dipercepat. Sampai tahun 2015, harus ada "kesepakatan yang mengikat" bagi semua negara dan "strategi jangka panjang" yang bisa segera diterapkan. "Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi", tandas Altmeier. Ia juga menekankan, harus ada kriteria yang jelas untuk mengukur upaya apa saja yang telah dilakukan berbagai negara.

Sebelumnya kepada jurnalis, Menteri Lingkungan Jerman menerangkan, yang menentukan adalah "apakah kedua pencemar iklim terbesar", yaitu Amerika Serikat dan Cina akan benar-benar mengubah sikap mereka. Ia menyatakan "ada harapan, bahwa pemerintah Cina sekarang menyadari, tidak mungkin berjalan terus tanpa target perlindungan iklim yang ambisius".

"Semua negara berkembang juga harus menyadari, bahwa mereka tidak bisa hanya berharap pada bantuan dari negara lain. Mereka juga harus mulai melakukan sesuatu di negaranya sendiri", kata Altmeier.

Jerman siap kucurkan dana

Negara-negara industri dalam Konferensi Iklim tahun lalu di Doha sudah menjanjikan bantuan dana senilai 100 milyar Dollar untuk penanggulangan dampak perubahan iklim. Pemerintahan Jerman dalam tahun anggaran 2013 menyiapkan sekitar 1,8 milyar Euro. Altmeier menyatakan, pemerintah Jerman siap mengucurkan lebih banyak dana. Masih dalam tahun ini, Jerman akan menyalurkan dana tambahan 30 juta Euro untuk bantuan adaptasi perubahan iklim.

Sejak awal minggu yang lalu, delegasi dari lebih 190 negara berkumpul di Warsawa dan membahas langkah menuju Perjanjian Perlindungan Iklim. Kesepakatan itu diharapkan rampung tahun 2015 dan bisa mulai diterapkan tahun 2020. Banyak negara memandang ke Jerman karena keputusannya meninggalkan energi nuklir dan menggantikannya dengan energi terbarukan. Jerman adalah satu-satunya negara industri besar yang mengambil kebijakan itu.

Organisasi pelindung lingkungan Greenpeace menyambut kesediaan Jerman menyalurkan lebih banyak dana untuk adaptasi perubahan iklim. "Ini sinyal penting" dalam sebuah konferensi yang sampai saat ini berlangsung "negatif", kata Greenpeace dalam sebuah pernyataan.

Organisasi Lingkungan WWF mengeritik Polandia sebagai panitia, karena pada saat Konferensi Iklim berlangsung di Warsawa, Polandia pada waktu yang sama juga menyelenggarakan Konferensi Internasional Batubara.

hp/ab (dpa, afp)

Laporan Pilihan