1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Pembalap Sepeda Australia Juarai Tour de France

Etape terakhir Tour de France mengantar pembalap sepeda asal Australia, Cadel Evans, merebut kaos kuning.

Cadel Evans naik podium usai etape ke-20 Tour de France

Cadel Evans naik podium usai etape ke-20 Tour de France

Balap sepeda Tour de France yang telah berlangsung selama 3 minggu berakhir di Paris hari Minggu (24/7). Pembalap sepeda asal Australia, Cadel Evans, keluar sebagai juara. Juara Olimpiade Samuel Sanchez merebut kaos polkadot sebagai penanjak terbaik, sementara pembalap Perancis Pierre Roland mengamankan kaos putih sebagai pembalap muda terbaik. Etape terakhir menjadi yang terpendek musim ini, diikuti dengan mengheningkan cipta selama satu menit bagi para korban serangan di Norwegia.

Evans: Simbol globalisasi Tour de France

Evans menjadi pembalap Australia pertama yang menjuarai Tour de France. Evans keluar sebagai runner-up pada tahun 2007 dan 2008, dan harus puas dengan hasil yang buruk pada dua tahun terakhir. Direktur Tour de France, Christian Prudhomme, mengakui Evans lebih fokus pada musim ini. Evans menjadi pembalap ketiga non-Eropa, setelah dua pembalap Amerika Greg LeMond dan Lance Armstrong, yang merebut kaos kuning.

Evans didapuk sebagai pahlawan nasional di negara asalnya Australia. Warga negeri kangguru diimbau untuk mengenakan busana bernuansa kuning saat kembali bekerja hari Senin (25/7). Para pekerja juga diberi keleluasaan untuk datang ke kantor terlambat karena menonton langsung kemenangan Evans di negara yang berjarak 12 zona waktu dari Australia.

Edisi ke-98 Tour de France termasuk salah satu yang terberat dalam beberapa tahun terakhir. Penuh dengan tabrakan dalam sembilan etape pertama, mengakhiri harapan pembalap Inggris Bradley Wiggins, Jurgen van den Broeck dari Belgia, dan pembalap Belanda Robert Gesink.

afp/rtr/dpa/Carissa Paramita

Editor: Marjory Linardy

Laporan Pilihan