1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

PBB Cemas atas Kehadiran Jihadi di Suriah

Kelompok militan asing yang ikut bertempur di Suriah bisa mendorong “radikalisasi“ konflik. Demikian kesimpulan Komisi PBB yang melakukan penyelidikan di negara tersebut.

“Kehadiran para militan asing, Islam radikal atau para jihadi, membuat kami sangat khawatir,“ kata Kepala Komisi Sergio Pinheiro kepada wartawan hari Selasa (17/10), Dia memperkirakan ada ratusan kombatan asing yang ikut bertempur di Suriah.

“Kehadiran mereka bisa berkontribusi pada radikalisasi…kehadiran mereka ini khususnya berbahaya dalam sebuah konflik yang sangat fluktuatif,” kata dia.

Meradikalisasi Oposisi Suriah

Pinheiro menambahkan bahwa komisi itu khawatir para kombatan asing ini tidak berjuang untuk “membangun negara demokratis di Suriah” tapi “untuk agenda mereka sendiri.”

Anggota komisi Karen AbuZayd memperingatkan bahwa para kombatan asing itu telah melakukan “radikalisasi atas sejumlah elemen” dari kelompok oposisi Tentara Pembebasan Suriah. “Sebagian karena mereka memiliki akses senjata yang tidak dimiliki oleh kelompok oposisi.”

AbuZayd bagaimanapun mencatat: “Sebagian besar dari para jihadi beroperasi secara terpisah.”

Jihadi Mancanegara

Wawancara yang dilakukan oleh Komisi PBB, yang anggotanya telah dilarang memasuki Suriah, mengungkapkan bahwa para jihadi itu datang dari sekitar 11 negara, tidak hanya negara tetangga Suriah, tapi juga negara-negara lainnya.

Harian yang terbit di Amerika Serikat "The New York Times" telah melaporkan bahwa hampir semua senjata yang diam-diam dikirim ke Suriah, berkat Arab Saudi dan Qatar, berakhir di tangan para Islamis.

Ketika ditanya tentang perubahan situasi di Suriah sejak laporan terakhir Komisi itu pada pertengahan Agustus lalu, Pinheiro menyesalkan adanya penyebaran konflik secara geografis, sambil menyalahkan kedua belah pihak.

“Masyarakat sipil yang harus membayar harga akibat perluasan konflik ini,” kata dia.

AB/AS (afp,dapd)

Laporan Pilihan