1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

UE Perketat Sanksi Bagi Suriah dan Iran

Para menlu UE sepakat meningkatkan sanksi terhadap Suriah dan mendukung Turki atas ancaman meluasnya konflik. Tekanan terhadap Iran juga terus ditingkatkan.

Para menteri luar negeri Uni Eropa bertemu di Luksemburg hari Senin (15/10) dan sepakat memberlakukan sejumlah sanksi baru. Eropa terutama meningkatkan tekanan terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Perluasan sanksi Uni Eropa kini ditujukan bagi maskapai penerbangan nasional Suriah dan beberapa anggota rezim Assad. Mereka dijatuhi larangan bepergian dan juga pembekuan rekening bank.

Turki kewalahan menangani pengungsi Suriah tanpa bantuan UE

Turki kewalahan menangani pengungsi Suriah tanpa bantuan UE

Solidaritas bagi Turki

Ancaman meluasnya konflik Suriah ke Turki juga menjadi topik pembahasan dalam pertemuan, terutama menyangkut resiko respon militer Turki terhadap insiden penembakan ke wilayah Turki dari Suriah yang sudah terjadi berkali-kali. Pekan lalu Turki juga memaksa pesawat sipil Suriah untuk mendarat karena diduga mengangkut perangkat militer dari Rusia ke Damaskus.

Menlu Jerman Guido Westerwelle secara terbuka mendukung Turki dan menunjukkan sikap pengertian terhadap kesulitan domestik yang dihadapi Ankara dalam menahan diri dari provokasi yang terang-terangan dilancarkan Suriah atau Rusia.

Menurut Westerwelle, Turki akan merasa cukup aman untuk berupaya meredam konflik, apabila komunitas internasional menunjukkan solidaritas.

Minim solidaritas bagi pengungsi Suriah

Tapi di saat bahasan masuk ke isu pengungsi, solidaritas UE seakan minimalis. Padahal Turki sekarang semakin kewalahan menghadapi banjir pengungsi dari Suriah.

"Eropa harus membantu mereka yang mencari tempat aman untuk mengungsi," tegas Egemen Bagis, menteri Turki untuk urusan UE kepada harian Jerman Die Welt. "Sudah waktunya bagi Eropa untuk membantu."

Tetap saja UE menolak masuknya pengungsi dalam jumlah berapapun. Menlu Swedia Carl Bildt berdalih UE menginginkan perkembangan dari Suriah yang "memungkinkan ratusan ribu pengungsi nantinya kembali ke rumah masing-masing." Karena menurut Bildt, kemungkinan itu juga menjadi keinginan para pengungsi.

Westerwelle juga setuju, seraya menambahkan, "Pada dasarnya kami siap, selama situasinya memungkinkan, kami mau menerima pengungsi misalnya untuk perawatan medis."

Sanksi tambahan bagi Iran

Tak luput dari pembahasan adalah pengetatan sanksi terkait sengketa program nuklir Iran. "Mengingat dialog dengan Iran tidak mendatangkan kemajuan substansial yang mencukupi, kami terpaksa memperketat sanski," jelas Westerwelle.

Sanksi-sanksi baru akan berdampak terhadap bank-bank dan industri energi Iran, misalnya pembayaran antara UE dengan bank-bank Iran akan dilarang. Larangan impor gas juga diberlakukan setelah sebelumnya impor minyak bumi dan jaminan perdagangan lebih dulu dilarang.

PM Israel Benjamin Netanyahu menegaskan batas-batas yang tidak boleh dilewati oleh Iran

PM Israel Benjamin Netanyahu menegaskan batas-batas yang tidak boleh dilewati oleh Iran

Namun Bildt menekankan bahwa sanksi-sanksi baru hanyalah bagian dari sebuah strategi. Secara tidak langsung ia menolak permintaan yang dilontarkan Israel mengenai aksi militer preventif terhadap Iran.

"Saya pikir ada suara-suara yang terdengar seakan mereka menginginkan perang," ujarnya. "Kami tidak menginginkan perang, kami menginginkan sebuah solusi diplomatis."

Hingga kini baik sanksi maupun inisiatif diplomatis UE belum mampu mengubah arah politik Iran. UE hanya mengandalkan dampak jangka panjang strategi diplomatis yang selama ini dijalankan, yakni menghentikan sumber dana bagi program nuklir Iran. Sementara di sisi lainnya terus membuka jalan bagi negosiasi damai.