1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Parlemen Eropa: Deportasi Etnis Roma Merupakan Pelanggaran HAM

Parlemen Eropa mengecam pengusiran etnis Roma oleh Perancis dan negara Uni Eropa lainnya. Parlemen Eropa juga menuntut diakhirinya dikriminasi etnis Roma di negara anggota Uni Eropa, dan mendorong integrasi lebih baik.

default

Demonstrasi di Paris menentang kebijakan pemerintah Sarkozy dalam mendeportasi etnis Roma

Kamis (09/09), Parlemen Eropa menetapkan resolusi yang mengecam tindakan Perancis terhadap etnis Roma dan menuntut negara itu segera menghentikan pengusiran. Resolusi ditentang 245 anggota dan didukung 337 anggota parlemen. Tetapi dari kesan yang muncul awal pekan ini, jumlah suara itu terbilang kecil. Kritik pedas pun dilontarkan pembicara dari hampir semua partai, misalnya Guy Verhofstadt, ketua fraksi Liberal. "Apa yang terjadi di Pearncis tidak dapat diterima. Etnis Roma adalah warga Eropa dan tanpa pembatasan apapun."

Meski begitu, argumen bahwa warga Uni Eropa bisa bebas memilih tempat tinggal di dalam wilayah Uni Eropa, tidaklah tanpa batasan. Misalnya, barang siapa melanggar hukum atau tidak bisa membuktikan punya pekerjaan, tidak bisa menuntut kebebasan menentukan tempat tinggal. demikian pula yang selalu dikatakan pemerintah Perancis, bahwa mereka menganggapnya pemberantasan kejahatan dan tindakan diambil sesuai hukum.

Dalam kurun waktu sepekan ini, perdebatan di Parlemen Eropa memperlihatkan aspek lain. Ketua Fraksi Sosial Martin Schulz mengakui, sebagai mantan walikota di Jerman, ia sangat paham masalah menyangkut etnis Roma. "Roma adalah minoritas yang sulit, itu betul. Dan negara berkewajiban untuk menindak perbuatan kriminal. Jika ada pencurian, prostitusi, penipuan, maka negara harus menegakkan hukum, siapapun tersangka pelakunya. Tetapi, juga merupakan kewajiban setiap negara untuk melakukan pemeriksaan dalam setiap kasus dan tidak membangkitkan kesan seolah-olah keseluruhan etnis dicurigai sejak awal, dan itulah yang kami kritik.“

Hal yang mencolok, selama debat pekan ini di parlemen Eropa menyangkut topik etnis Roma, jarang terdengar dukungan terbuka dari pihak konservatif sendiri bagi kebijakan rekan separtai mereka, Nicolas Sarkozy. Anggota parlemen Kristen Demokrat dari Perancis, Véronique Mathieu, mengungkapkan kemarahan nya di lobi parlemen, atas tekanan pada negaranya. “Perancis sejak dulu adalah negara tujuan pencari suaka. Perancis selalu bersikap sosial dalam menghdapi orang-orang yang datang kepada kami. Menurut saya, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, bagaimana presiden dan perdana menteri (Perancis) di sini diperlakukan."

Perancis bukanlah satu-satunya negara yang mengeluarkan kebijakan deportasi etnis Roma ke negara asal mereka. Italia juga telah melakukannya berulang kali. Sementara Jerman telah menandatangani perjanjian dengan Kosovo mengenai 'pengembalian' ribuan warga etnis Roma, yang tidak memiliki ijin tinggal, kembali ke Kosovo.

Christoph Hasselbach/Renata Permadi

Editor: Hendra Pasuhuk

Laporan Pilihan