1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Obama Undang Netanjahu dan Abbas ke Washington

Tujuan undangan ini adalah untuk memberikan rangsangan terhadap kembali dimulainya perundingan tidak langsung antara Israel dan Palestina.

default

Gambar simbol Obama dan Timur Tengah

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanjahu dan Presiden Palestina Mahmud Abbas ke Washington untuk melakukan pembicaraan terpisah. Tujuannya untuk memberikan rangsangan terhadap kembali dimulainya perundingan tidak langsung antara Israel dan Pelastina awal Mei lalu. Demikian diungkapkan Jurubicara Kantor Kepresidenan Tommy Vietor.

Hari Selasa mendatang (01/06), Presiden Barack Obama akan menerima Perdana Menteri Israel Benjamin Netanjahu. Dalam pertemuan ini terutama hendak dibahas masalah kepentingan keamanan bersama. Sementara jadwal pertemuan dengan Presiden Mahmud Abbas belum ditentukan. Diperkirakan Presiden Mahmud Abbas akan mengunjungi Washington juga pada bulan Juni.

Di waktu belakangan hubungan antara Amerika Serikat dan Israel mengalami ketegangan, sehubungan politik pemukiman Israel. Amerika Serikat merasa dilecehkan, karena tanpa diduga Israel menyatakan membangun 1600 unit perumahan baru di Yerusalem Timur, ketika Wakil Presiden Joe Biden mengunjungi negara Yahudi tersebut. Perdana Menteri Benjamin Netanjahu memang meminta maaf, mengenai waktu yang tidak tepat untuk mengumumkannya. Tapi sampai sekarang ia tetap pada keputusannya untuk membangun pemukiman baru tersebut.

Usaha untuk meredakan ketegangan antara Israel dan Amerika Serikat terus dilakukan. Sampai sekarang belum menunjukkan hasilnya. Perbedaan sikap antara kedua negara, tercermin dalam pertemuan yang dingin antara Presiden Barack Obama dengan Perdana Menteri Benjamin Netanjahu akhir Maret lalu di Gedung Putih. Malah setelah kedua kepala pemerintahan mengadakan pertemuan, tidak dilakukan acara jumpa pers seperti lazimnya.

Diharapkan dalam pertemuan antara Presiden Barack Obama dan Perdana Menteri Benjamin Netanjahu pekan depan akan dapat diatasi perbedaan pandangan dan ketegangan antara kedua negara dan sekaligus kembali mendorong dilakukannya proses perdamaian di Timur Tengah. Media Israel memperkirakan, dalam pertemuan mendatang, Presiden Barack Obama hendak kembali menciptakan susasana hubungan yang hangat dengan Israel.

Sementara itu, Presiden Palestina Mahmud Abbas yang sedang mengadakan lawatan di Malaysia mengatakan, ia akan menyampaikan kepada Presiden Barack Obama mengenai kesediaannya melakukan perdamaian dengan Israel. Palestina berkepentingan menciptakan perdamaian lewat negosiasi. Ditambahkannya, dalam pertemuan mendatang dengan Presiden Barack Obama, ia juga merencanakan untuk mendiskusikan masalah utama menyangkut tapal perbatasan dan keamanan.

Kedua masalah ini, merupakan pokok pembicaraan tidak langsung antara Palestina dan Israel, yang dimulai sejak awal Mei lalu, dan diperantarai utusan khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah George Mitchell. Pemerintah Amerika Serikat mengharapkan, pembicaraan tidak langsung dalam waktu dekat dapat ditingkatkan menjadi pembicaraan langsung antara Palestina dan Israel.

Asril Ridwan/DPA/AFPD/AP/RTRD

Editor: Dyan Kostermans

Laporan Pilihan