Obama: AS Tidak Berniat Ancam Rusia | dunia | DW | 03.06.2014
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Obama: AS Tidak Berniat Ancam Rusia

Presiden AS Barack Obama tiba di Polandia dalam rangka kunjungan empat hari ke Eropa. Ia menegaskan, Amerika akan menempatkan lebih banyak kapasitas militer di Eropa timur sebagai jawaban atas Rusia.

Ketika mendarat di bandara Warsawa, Polandia, Presiden AS Barack Obama disambut oleh Presiden Polandia Bronislaw Komorowski. Obama menegaskan lagi dukungannya kepada negara-negara anggota NATO di Eropa timur.

Kewajiban menjamin keamanan Polandia dan anggota NATO di Eropa tengah dan timur adalah "tonggak utama politik keamanan" Amerika dan "tidak bisa diganggu gugat", kata Obama. Ia menandaskan: "Kami akan memenuhi kewajiban kami".

Obama selanjutnya menerangkan, Amerika Serikat akan memberi bantuan keamanan senilai 1 miliar Dollar kepada Polandia dan Eropa timur. Dana itu ditujukan untuk memperkuat kapasitas keamanan, termasuk pembelian sistem rudal, penangkal serangan udara dan perlengkapan marinir.

Obama menerangkan, Amerika juga akan meningkatkan kerjasama dengan negara-negara diluar NATO, seperti Ukraina, Georgia dan Moldova. Tapi Amerika Serikat sama sekali tidak berniat mengancam Rusia.

Poros Eropa timur

Polandia menjadi stasiun pertama Obama dalam rangka kunjungan ke Eropa. Tema utama kunjungan ini adalah situasi keamanan setelah krisis di Ukraina. Setelah mendarat di Warsawa, Obama bertemu dengan para pilot pesawat F-16 AS, yang sedang memperkuat pengawasan udara di Polandia.

Presiden Polandia Komorowski mengatakan, kerjasama kedua negara dalam sistem keamanan merupakan pilar utama dalam politik keamanan bagi negaranya. Kehadiran pasukan Amerika di Polandia membuktikan hal itu.

Hari Rabu (04/06) Obama akan menghadiri peringatan 25 tahun berakhirnya kekuasaan komunis di Polandia. Beberapa kepala negara dari Eropa timur dan tengah akan hadir dalam perayaan di Warsawa.

Obama mengatakan, perayaan itu menandai "kelahiran kembali demokrasi di Polandia". Obama akan melakukan pertemuan dengan presiden terpilih Ukraina Petro Poroshenko, yang juga akan hadir dalam acara itu.

Pertemuan G-7 dan peringatan D-Day

Presiden AS Barack Obama selanjutnya akan berkunjung ke Brussel untuk menghadiri pertemuan G-7. Pertemuan itu tadinya direncanakan sebagai pertemuan G-8 di Sotchi, tapi dibatalkan setelah Rusia menganeksasi Krimea.

Hari Jumat mendatang (06/06), Obama berkunjung ke Perancis untuk menghadiri peringatan 70 tahun pendaratan pasukan sekutu di Normandy, yang dikenal sebagai D-Day. Keberhasilan invasi di Normandy menjadi kunci kemenangan sekutu terhadap Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.

Upacara peringatan D-Day di Perancis akan dihadiri juga oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Menurut keterangan dari Gedung Putih, tidak ada rencana pertemuan antara Obama dan Putin disela-sela peringatan itu. Pemerintah Rusia di Kremlin menerangkan, Putin akan melakukan pembicaraan dengan kanselir Jerman Angela Merkel.

hp/rn (afp, rtr)

Laporan Pilihan