1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

Misteri Perawan Melahirkan di AS

Satu dari setiap 200 perempuan muda AS mengatakan ia hamil walaupun masih perawan. Demikian hasil sebuah penelitian.

Peneliti di AS yang mengadakan penelitian jangka panjang tentang kesehatan reproduksi di antara warga berusia muda di AS memberitakan jumlah tersebut, yang mencengangkan banyak orang. Dari 7.870 perempuan yang ikut dalam penelitian yang dijalankan secara anonim, 45 orang atau sekitar 0,5% menyatakan mereka hamil tanpa sebelumnya melakukan hubungan seksual.

Tidak satupun dari mereka menyatakan telah menggunakan cara in vitro untuk hamil. Demikian dijelaskan dalam hasil studi yang dipublikasikan majalah British Medical Journal (BMJ). Penulisnya menambahkan, dari 45 orang, beberapa mengalami keguguran atau kehilangan bayinya karena sebab lain.

Berdasar pada Studi Kesehatan

Penelitian itu didasari sebuah studi yang disebut National Longitudinal Study of Adolescent Health, yang diadakan dari tahun 1995 hingga 2009. Studi itu mengikutsertakan warga dari usia remaja hingga dewasa. Studi itu dianggap bisa dipercaya dan mewakili seluruh warga AS, dari semua kalangan sosial dan etnik. Perempuan muda yang ikut penelitian memberikan keterangan tentang sejarah hubungan seks yang mereka lakukan, juga kehamilan dan pengetahuan mereka tentang metode pengaturan kehamilan.

Selama lebih dari 14 tahun, mereka menjawab berbagai kuesioner dengan cara mengisi jawaban pada sebuah komputer, dan bukan lewat tanya-jawab dengan petugas. Namun mereka selalu didampingi petugas jika perlu bantuan. Umur dan keyakinan agama mereka juga didata. Orang tua mereka diminta untuk memberitahukan, sejauh mana mereka telah berbicara tentang seks dan pengaturan kelahiran dengan anak-anak mereka. Kepala sekolah mereka juga diminta memberikan keterangan, mengenai pelajaran tentang seks yang ada dalam kurikulum.

Hampir sepertiga dari mereka yang mengaku hamil ketika masih gadis menyatakan telah memberikan sumpah untuk tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah. Sumpah ini terutama didukung kalangan Kristen konservatif. Dari mereka yang hamil dan menyatakan telah melakukan hubungan seksual, 15% telah memberikan sumpah sama. Dan dari mereka yang masih perawan dan tidak pernah hamil, 21% menyatakan telah memberikan sumpah itu.

Perempuan yang mengaku menjadi ibu tanpa hubungan seksual juga rata-rata dua tahun lebih muda, dari yang menyatakan sudah berhubungan seksual, yang rata-rata usianya sekitar 21 tahun.

Hasil Tidak Akurat?

Penulis utama penelitian itu, Amy Herring, yang jadi profesor di bidang biostatistik di University of North Carolina mengatakan, para sukarelawan tidak diajukan pertanyaan, "Apa Anda hamil ketika masih gadis?" Kesimpulan itu diambil dari serangkaian pertanyaan tentang sejarah kehamilan dan hubungan seksual mereka. Hasil penelitian mereka menyebabkan timbulnya pertanyaan tentang pendidikan dan kesadaran seksual, tapi juga tentang sulitnya mendapat data yang akurat tentang kehidupan seks seseorang. Demikian dijelaskan Amy Herring.

"Walaupun kami berpendapat pertanyaan itu cukup jelas, masih ada kemungkinan, bahwa sejumlah perempuan salah mengerti atau salah menafsirkannya. Misalnya saja, mereka menulis tahun yang salah, atau mereka karena alasan tertentu tidak bersedia mengaku bahwa mereka sudah berhubungan seksual," kata Herring.

Ia menambahkan, walaupun para peneliti sudah menggunakan teknologi sebagai upaya mendorong kejujuran responden, mereka tetap menemukan jawaban yang tidak realistis. "Beberapa pekan lalu, kami bahkan kembali meneliti, apakah fenomena ini hanya tampak pada perempuan. Tapi ternyata kami juga menemukan sejumlah ayah yang mengaku belum pernah mengadakan hubungan seksual. Dan ini lebih sulit lagi dimengerti," kata Herring.

ml/hp (afp)

Laporan Pilihan