1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Indonesia

Kursus Cinta Bagi Pria Sibuk

Sebuah perusahaan di Jakarta menawarkan jasa mengubah pria pemalu menjadi seorang pencinta ulung. Lahan bisnis baru yang menyasar para laki-laki yang terlalu sibuk mengejar karir dan tak ingat caranya merayu perempuan.

Sebagai pengacara dan juara debat saat duduk di bangku kuliah, Han dikenal artikulatif bicara di hadapan publik – tapi ketika saatnya harus bicara dengan gadis yang ia taksir, ia mulai kehilangan kata-kata.

“Saya tidak tahu kenapa saya tidak bisa bicara dengan perempuan,” kata Han yang berusia 26 tahun, yang menolak diungkapkan identitas lengkapnya. ”Kelihatannya tak ada yang saya lakukan atau katakan, yang bisa membuat mereka terkesan.”

Han, yang saat dijumpai sedang mengenakan jersey sepakbola berwarna biru dan celana jeans, adalah satu dari enam laki-laki yang menghadiri kursus yang menjanjikan bakal mengubah seorang pecundang dalam urusan asmara menjadi seorang pencinta yang lembut – dengan hanya membayar iuran senilai Rp 4 juta untuk kursus 20 jam selama tiga hari.

Tertekan secara seksual

Di dalam sebuah restoran yang tenang dan menyempil di balik pusat perbelanjaan yang terletak di mall terbesar Jakarta, enam pria menyimak dengan penuh perhatian berbagai tips yang diberikan Hitman System, perusahaan yang menggambarkan diri mereka sebagai konsultan profesional yang akan membantu para pria “mengelola hubungan romantis yang modern, sehat dan bahagia.”

“Karena kultur dan agama, para pria Indonesia secara seksual tertekan,” kata Kei Savourie, satu dari tiga pendiri Hitman System, yang sebagaimana dua rekannya yang lain juga mengubah nama sebagai bagian dari transformasi dari orang yang merasa diri pecundang menjadi seorang ahli percintaan.

“Orang tua kami terus menerus mengatakan kepada kami bahwa kami harus stabil dulu secara keuangan sebelum berpikir untuk pacaran,” kata Savourie, yang telinga kirinya ditindik sebagai cerminan sikap percaya diri.

Sebagai Negara berpenduduk Muslim terbesar dunia, baik agama maupun nilai tradisional Indonesia menekankan pernikahan sebagai sesuatu yang penting.

Baca selanjutnya

Laporan Pilihan