1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Minyak Terus Mengalir Cemari Teluk Meksiko

Sepertinya tak ada jalan untuk mengatasi hamparan minyak di Teluk meksiko. Upaya menggunakan kubah baja seberat ratusan ton untuk menangkap minyak di dasar laut tidak berhasil.

default

Hamparan minyak di Teluk Meksiko yang terus meluas

Ujung pertama hamparan minyak yang sementara itu terus meluas, sudah mencapai pulau di lepas pantai negara bagian Alabama. Di Washington, upaya untuk memastikan siapa yang bersalah terus berlanjut.

Dari atas helikopter, para pekerja NOAA, badan pengawas kondisi kelautan dan atmosfir Amerika, meninjau kawasan perairan mana di Teluk Meksiko yang tercemar hamparan minyak yang terus meluas. Sebanyak 290 kapal dikerahkan untuk menyebarkan barikade terapung pelindung pantai dan untuk menyedot minyak.

Tapi, Laksamana Thad Allen, komandan pasukan penjaga pantai harus mengakui, "Angin membuat hampir tak mungkin untuk meramalkan ke arah mana hamparan cemaran minyak bergerak. Dengan kondisi cuaca seperti ini, seluruh kawasan pantai harus dilindungi, itu yang kami lakukan."

Sementara itu, Manajer BP, Doug Suttles mengulang-ulang kalimat yang sama. "Apa yang akan kami lakukan adalah terus mengembangkan opsi dan mencobanya sampai aliran minyak berhenti."

Opsi pertama dihentikan akhir pekan lalu. Pemasangan kubah baja untuk menutup kebocoran di lubang pemboran sehingga minyak bisa dipompa lewat pipa ke kapal tangker, tidak berfungsi. Di kedalaman 1500 m di bawah laut dengan temperatur sedikit di atas titik beku, campuran gas dan air membentuk kristal es yang menyumbat pipa.

Kini, penggunaan kubah yang jauh lebih kecil diharapkan bisa membawa hasil. Jika tidak, akan dicoba apa yang disebut junk shot, yaitu menambal lubang kebocoran di dasar laut dengan cor beton yang dicampur potongan karet dan plastik. Namun, kegagalan junk shot akan mengakibatkan kebocoran semakin besar.

Saat di Teluk Meksiko secara intensif dicari jalan keluar dari bencana, Selasa ini (11/05) di Washington dimulai dengar pendapat tentang kerugian ekologis dan konsekuensi bencana cemaran minyak. Direktur BP Amerika dan Direktur Transocean harus tampil di depan Kongres yang akan menentukan, siapa yang bertanggunjawab atas bencana ini. Apakah perusahaan Transocean sebagai pemilik anjungan? atau BP sebagai operator anjungan? Atau mungkin Halliburton, perusahaan yang mengisi rongga lubang pemboran dengan semen?

Menurut Senator Republik Richard Shelby, semua bisa dihindari, jika saja petugas yang berwenang tidak tidur. Rekannya, Senator Demokrat Bill Nelson menambahkan, sudah terlalu lama industri minyak dibiarkan berbuat semaunya.

Badan pengawas pertambangan MMS, juga dikritik tajam. Tahun 2008, dinas pemerintah itu mengendorkan peraturan bagi operator pengeboran laut dalam. Karena itulah, BP tidak harus mengajukan rancangan darurat untuk melakukan penambalan jika terjadi kebocoran. "Tragisnya, diperlukan bencana seperti ini untuk mengambil tindakan lebih keras!" dikatakan Senator Bill Nelson

Nicole Markwald/Renata Permadi
Editor: Yuniman Farid

Laporan Pilihan