1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pencemaran Minyak Teluk Meksiko - Katrina Obama?

Butuh waktu lama, sampai pemerintahan Obama menyadari, tenggelamnya anjungan di Teluk Meksiko ini merupakan sebuah bencana lingkungan. Kini Obama berusaha untuk meyakinkan masyarakat bahwa ia seorang manajer krisis.

default

Di bawah guyuran hujan, Obama sampaikan pidatonya di depan penduduk Venice

Menjadi seorang manajer krisis…bukan satu tugas yang ringan bagi Presiden Amerika Serika Barack Obama hari Minggu (02/05) lalu. Terbang selama dua jam ke New Orleans, dilanjutkan dengan perjalanan darat selama dua jam serta berpidato di bawah guyuran hujan lebat. Akan tetapi Obama menghadapi semua ini dengan tenang, karena ia ingin menunjukkan sesuatu. Obama ingin membuktikan, bahwa ia dapat mengendalikan bencana ini, bahwa ia tidak akan mengulangi pengalaman dalam bencana Katrina.

Seorang pembawa acara dari sebuah Radio di Amerika Serikat baru-baru ini menyatakan bahwa bencana ini merupakan "Katrina –nya Obama“. Dan ini mengingatkan orang pada kacaunya penyaluran bantuan dalam bencana badai Katrina tahun 2005 lalu. Ingatan bagaimana Bush mendapat predikat jelek sebagai manajer krisis, karena teralalu lamban mengantisipasi bencana ini. Akan tetapi, Obama pun harus menerima kritik. Banyak media Amerika Serkat menyatakan, seharusnya pemerintahan Obama bertindak lebih cepat. Media mengiritik, Obama begitu gampang percaya, ketika BP mengatakan, bahwa masalah sudah teratasi.

"Kecelakaan terjadi tanggal 20 April. Akan tetapi baru tanggal 28 pemerintah bertindak mengkoordinir upaya bantuan,” demikian kritik yang disampaikan Mike Pence dari kubu Republik.

Dengan kunjungannya ke wilayah bencana, Obama berusaha menunjukkan kemampuan dan tekadnya. Dalam pidatonya pun, tidak lupa Obama memuji antisipasi pemerintahannya. "Sejak dari awal, kami telah menyiapkan diri dan merencanakan untuk menghadapi situasi terburuk.“

Banyak pengamat independen yang menilai, bahwa reaksi awal pemerintah AS tidak terlalu diperhatikan khalayak umum. Hal ini dikarenakan, pada awalnya tidak disadari, bahwa tenggelamnya Deepwater Horizon ini akan berbuntut bencana lingkungan.

Memang banyak pendapat, bagaimana pemerintahan Obama mengantisipasi bencana pencemaran minyak ini. Tapi semua berpendapat, bencana pencemaran minyak ini telah menggoyahkan rencana politik lingkungan dan energi milik Obama. Bulan lalu, Obama telah mengejutkan partainya sendiri serta aktivis lingkungan. Kala itu Obama menyampaikan, bahwa ia berencana untuk meningkatkan produksi minyak di pesisir Amerika. Obama berusaha meyakinkan pihak yang menentang rencana ini dengan mengatakan, akan dipergunakannya teknologi terbaru untuk mencegah kemungkinan timbulnya bahaya dalam pengeboran.

Satu minggu setelah kecelakaan anjungan Deepwater Horizon, Obama mengutus salah seorang penasehat terpentingnya, David Axelrod, untuk melakukan konferensi pers, untuk menghentikan rencana ini sementara. "Tidak akan dimulai ekploitasi baru, selama belum jelas, apa yang terjadi di sini.“

Rencana Obama untuk memperluas produksi minyak lepas pantai merupakan satu kosesi terhadap Parti Republik. Obama berharap mendapatkan dukungan dari kalangan Republik untuk menggolkan rencana undang-undang perlindungan iklim.

Dan sekarang kalangan Demokrat yang menentang rencana pengeboran minyak lepas pantai merasa gembira. Senator Bill Nelson dari Florida, menyatakan, ini merupakan akhir dari pengeboran minyak lepas pantai. Dan ini mungkin juga akhir dari rencana undang-undang perlindungan iklim milik Obama, paling tidak untuk waktu dekat.

Bahkan sebelum terjadinya bencana di teluk Meksiko, telah meningkat anggapan, masalah ini tidak lagi merupakan prioritas di Washington. Dan sekarang, bencana pencemaran minyak bisa merupakan pukalan berat yang mengakhirinya.

Sabine Müller/Yuniman Farid

Editor: Ayu Purwaningsih

Laporan Pilihan