1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Merkel dan Sarkozy Akan Bahas Upaya Menstabilkan Zona Euro

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy akan bertemu di Paris untuk membicarakan usulan konkrit tentang manajemen krisis dan pengarahan politik keuangan.

default

Foto arsip: Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy

Harapan pada pertemuan Jerman-Perancis sangat tinggi. Begitu tinggi, sehingga jawaban singkat juru bicara pemerintah Jerman Steffen Seibert sudah berpengaruh di bursa saham Paris.

Pertanyaan yang diajukan adalah apakah Angela Merkel dan Nicolas Sarkozy juga akan membicarakan obligasi Euro yang menjadi perdebatan. "Surat hutang Euro, seperti yang Anda ketahui, bukanlah tema bagi pemerintah Jerman dalam beberapa bulan terakhir saat krisis hutang terjadi. Dan dalam pertemuan di Paris antara kanselir dan Presiden Sarkozy inipun tidak akan menjadi tema."

Setengah jam usai pernyataan Seibert tersebut, indeks saham Perancis CAC 40 jatuh ke minus.

Tidak hanya negara krisis seperti Yunani atau Italia yang mengharapkan bantuan dalam bentuk obligasi Euro. Semakin banyak  yang menuntut pinjaman bersama negara-negara Euro. Tetapi tekanan yang ada sepertinya belum mempengaruhi Merkel dan Sarkozy.

Apakah mereka bisa terus mengabaikan keinginan pasar masih harus ditunggu. Menteri Keuangan Francois Baroin yakin, Perancis juga bisa mengatasi krisis yang tengah terjadi, "Saya tidak pernah mau mendengar ramalan akan kiamat. Tidak hari ini, kemarin atau besok. Kami punya pertanggungjawaban. Ada sarana teknis, ada keputusan politik. Kami percaya akan hal tersebut dan ini akan berfungsi."

Sarana yang dimaksudkan Baroin antara lain adalah larangan transaksi short selling yang diumumkan Perancis pekan lalu. Pertaruhan kurs saham dengan spekulasi tinggi saat ini dilarang di enam negara Uni Eropa, termasuk Jerman. Semakin banyak negara yang menetapkan larangan tersebut, semakin efektif. "Spekulasi dengan short selling bisa menghasilkan banyak sekali uang dalam kurun waktu singkat, tanpa memiliki saham tersebut. Bisnis semacam itu harus dibatasi." Demikian menurut menteri keuangan Perancis.

Koordinasi politik keuangan Uni Eropa yang lebih baik juga akan menjadi bagian dari agenda Merkel dan Sarkozy. Keduanya ingin mencegah, bahwa di saat pasar rapuh muncul informasi yang bertolakbelakang dari Brussel dan akan kembali menggoyang bursa.

Bagi presiden Perancis, pertemuan kali ini juga memiliki arti yang sama sekali berbeda. Fakta bahwa ia meminta Angela Merkel untuk datang ke Perancis untuk membicarakan krisis Euro adalah semacam pesan bagi warganya. Mereka akan mengalami seorang Sarkozy yang mampu melakukan sesuatu untuk mengendalikan krisis keuangan. Karena saat ini, hanya 30 persen warga Perancis yang percaya bahwa Sarkozy bisa mengatasi krisis baru. Menurut jajak pendapat terbaru, sebagian besar warga Perancis lebih mempercayai Kanselir Jerman Angela Merkel.  

Daniela Junghans/Vidi Legowo-Zipperer

Editor: Hendra Pasuhuk

Laporan Pilihan