1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Mengapa Minyak Zaitun Turunkan Tekanan Darah?

Rahasia diet Mediterania mungkin terletak pada seladanya. Lemak tak jenuh, misalnya seperti pada minyak zaitun, ditambah dengan daun hijau dan sayuran lain ciptakan sejenis asam lemak yang bisa rendahkan tekanan darah.

Hasil penelitian tentang sejenis asam lemak yang diperoleh para peneliti tersebut disampaikan Senin (20/05). Asam lemak nitro itu terbentuk jika orang memakan misalnya bayam, seledri dan wortel. Ini adalah bahan pangan yang mengandung nitrat dan nitrit dalam jumlah besar. Demikian halnya dengan alpukat, kacang-kacangan dan minyak zaitun yang mengandung lemak yang sehat.

Asam lemak mengandung nitro kini ditemukan mengandung enzim, yang dikenal sebagai "soluble epoxide hydrolase" (sEH) yang bisa mengatur tekanan darah. Demikian dikatakan peneliti dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Studi atas minyak zaitun itu dilaksakanan atas tikus di laboratorium, dan dibiayai British Heart Foundation.

"Penemuan dari studi kami bisa menjelaskan mengapa penelitian terdahulu menunjukkan, diet Mediterania yang dilengkapi dengan minyak zaitun atau kacang-kacangan bisa mengurangi gangguan pada jantung, misalnya stroke, serangan jantung dan gangguan pada fungsi jantung," kata Philip Eaton, profesor bidang biokomia jantung pada King's College, di London.

Banyak ahli yang sependapat, bahwa diet Mediterania, yang mencakup banyak sayuran, ikan, padi-padian, anggur merah dan kacang-kacangan serta minyak bermanfaat sangat baik pada kesehatan. Namun sebelumnya tidak ada kepastian, bagaimana dan mengapa diet itu baik.

Sebagian orang berpendapat, anggur merah adalah pendorong utama di balik kemampuan warga Eropa untuk menjaga kesehatan lebih baik dari warga AS, padahal makan keju berkadar lemak tinggi dan daging. Tetapi hasil penelitian yang dipublikasikan pekan lalu menunjukkan, bahwa elemen antioksidan pada anggur merah, yaitu resveratrol, tidak membuat warga Italia bisa hidup panjang, juga mencegah kanker atau penyakit jantung.

ml/hp (afp)

Laporan Pilihan