1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Indonesia

Lawatan Presiden Jerman di Indonesia Berakhir

Presiden Jerman Christian Wulff meninggalkan Indonesia dengan meninggalkan janji, Kanselir Jerman Merkel akan kunjungi Indonesia tahun 2012 dalam rangka 60 tahun hubungan bilateral Jerman-Indonesia.

Bundespraesident Christian Wulff (l.) und der Praesident der Republik Indonesien, Susilo Bambang Yudhoyono, stehen am Donnerstag (01.12.11) im Praesidentenpalast Istana Merdeka in Jakarta, Indonesien, nebeneinander. Mit seinem Staatsbesuch will Wulff der gewachsenen internationalen Bedeutung des asiatischen Inselstaates Rechnung tragen. (zu dapd-Text) Foto: Clemens Bilan/dapd

Presiden Christian Wulff (kiri) dan Presiden Yudhoyono

Presiden Jerman Christian Wulff Jumat (02/12) mengakhiri kunjungannya di Indonesia dan bertolak kembali ke Berlin. Sebelumnya Presiden Christian Wulff dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyepakati perluasan hubungan bilateral. Dalam jamuan resmi kenegaraan Kamis (01/12) malam Wulff mengatakan, Jerman menyambut undangan untuk kerjasama dengan tangan terbuka. Wulff menyebut Indonesia sebagai model untuk demokrasi bagi negara-negara berpenduduk muslim lainnya.

Peningkatan Kerjasama Ekonomi

Delegasi ekonomi yang menyertai kunjungan Presiden Jerman Wulff menunjukkan rasa puas dari hasil pembicaraannya. Perusahaan Jerman mengharap peluang investasi dan ekspor yang lebih besar di Indonesia.

Gemeinsames Bürogebäude von Mercedes-Benz und Deutscher Bank im Zentrum von Jakarta (links) *** Bilder von Thomas Latschan, DW September 2011

Gedung kantor bersama Deutsche Bank dan Mercedes-Benz di Jakarta

Presiden Yudhoyono menyebutkan antara lain peluang di bidang energi, teknologi kesehatan, pendidikan di bidang teknik dan proyek pertahanan. Yudhoyono juga menjanjikan iklim investasi yang lebih baik. Tema pembicaraan penting Presiden Jerman Wulff di Indonesia juga menyangkut perubahan iklim. Indonesia yang melakukan penggundulan besar-besaran kawasan hutan tropisnya, ikut bertanggung jawab terhadap kenaikan suhu global.

DPA/DW/DK/AS

Laporan Pilihan