1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Kubu Baju Merah Bersedia Dimediasi Senat

18 Mei 2010

Kubu oposisi Thailand, kelompok „Baju Merah“ menerima tawaran yang diajukan senat yang berinisiatif memediasi krisis yang terjadi antara oposisi dengan pemerintah.

https://p.dw.com/p/NQru
Barikade di Lokasi AksiFoto: AP

Ketika Perserikatan Bangsa-bangsa memperingatkan Thailand untuk mencegah kehancuran, enam puluh senator melayangkan surat kepada pemerintah dan kelompok „Baju Merah“. Inti surat tersebut adalah meminta mereka menghentikan kekerasan dan mendorong negosiasi dengan ditengahi oleh senat. Pemimpin kelompok „Baju Merah“ Nattawut Saikuar mengatakan kelompok „Baju Merah“ setuju untuk menerima proposal yang diajukan senat tersebut dan bersedia memulainya dari sekarang. Saikuar menambahkan pihaknya tidak mengajukan syarat dan senat bebas menawarkan gagasannya yang dapat kemudian dipertimbangkan oleh pihak oposisi.

Nattawut Saikur Anführer der Rothemden in Thailand
Nattawut SaikuarFoto: AP

Namun pemerintah Thailand sampai sejauh ini masih berkeras, baru akan mau berunding, bila kelompok „Baju Merah“ membubarkan diri dari kerumunan aksi unjuk rasa.

Sampai Selasa ini, kelompok Baju Merah tetap bertahan di arena unjuk rasa, meski tenggat waktu yang diberikan pemerintah untuk membubarkan diri telah habis. Juru bicara polisi mengungkapkan saat ini terdapat sekitar lima ribu demonstran, termasuk perempuan dan anak-anak. Mereka berkerumun di tiga lokasi, di pusat kota Bangkok.

Di sekitar lokasi itu, di kawasan cukup aman, orang-orang juga berkerumun dan tetap menunjukan perlawanan. Seorang perempuan mengungkapkan isi hatinya: „saya di sini, karena begitu banyak orang tewas di sini. Saya ingin mendorong pemerintah untuk menghentikan kekerasan. Sebab semua orang miskin di sini, nyawanya bernilai. Saya tak dapat lagi menyaksikan kekerasan ini di televisi atau di koran. Ini harus berakhir.“

Pemerintah Thailand mengklaim, operasi Militer Thailand dalam mengisolasi lokasi protes menunjukan sedikit kemajuan. Namun militer membutuhkan waktu untuk dapat benar-benar memadamkan kerusuhan. Juru bicara pemerintah Panitan Wattanayagorn mengatakan di beberapa lokasi ketegangan telah menurun, namun di lokasi-lokasi lainnya, bentrokan masih terjadi.

Flash Galerie Unruhen in Bangkok
Konfrontasi di BangkokFoto: AP

Aksi kekerasan merebak pekan lalu di ibukota Thailand. Polisi menggunakan senjata dan peluru tajam dalam menghalau demonstran, yang membalas dengan senjata buatan. Pekan ini, dua sistem transportasi kereta utama, yaitu bawah tanah maupun monorel, terpaksa ditutup. Sementara sekolah dan kantor pemerintah diliburkan untuk menjaga agar masyarakat tidak turun ke jalan. Pemerintah mengirimkan Palang Merah untuk membantu evakuasi anak-anak dan perempuan maupun orang-orang lanjut usia yang ingin meninggalkan arena aksi demonstrasi. Bagi yang tetap bertahan di lokasi itu, diancam hukuman penjara dua tahun.

Komisaris Tinggi HAM PBB Navi Pillay menyerukan agar kedua pihak bernegosiasi dan mengakhiri pertempuran. Dalam dua bulan terakhir, sudah 67 orang tewas dan sekitar 1700 orang terluka dalam krisis yang melanda negara Gajah Putih itu.

AP/HP/ap/afp/dw