1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Klub Raih Keuntungan dari Liga Champions

Dua klub Jerman saling berhadapan pada puncak kompetisi sepakbola Eropa paling bergengsi. Tidak hanya prestasi olahraga saja, tapi juga menguntungkan dari segi keuangan.

25 Mei 2013, London di stadion Wembley. Sebelum peluit berbunyi pun, Borussia Dortmund dan Bayern München sudah menang. Yakni, dalam urusan uang. Henning Vöpel dari lembaga ekonomi dunia Hamburg (HWWI) memperkirakan: "Musim lalu, premi bagi finalis sebesar 8,6 juta Euro. Belum lagi premi tambahan bagi pemenang. Sebagai juara Liga Champions, sebuah klub bisa memperoleh hingga 60 juta Euro."

Klub Kalah Juga Menang

Siapa pun yang kalah pada pertandingan final, tetap akan pulang dengan jumlah uang hadiah yang cukup besar. Vöpel menjelaskan, kalau misalnya Bayern yang menang, "Dortmund akan menghasilkan jumlah uang yang mirip dengan Bayern pada musim Liga Champions ini". Kendati begitu, Sascha Schmidt dari European Business School (EBS) yakin: "Kondisi keuangan Dortmund tidak akan menjadi sama dengan München."

Henning Vöpel setuju dengan pendapat tersebut. Ia merujuk pada anggaran pemain berlisensi yang dimiliki kedua klub. "Bayern memiliki 125 juta Euro, sementara Dortmund hanya 50 juta." Nilai skuad klub München mencapai 430 juta Euro dan Dortmund 254 juta Euro. Kelompok pendukung klub Bayern yang membayar iuran bulanan secara rutin jumlahnya lebih dari dua kali lipat Dortmund. Siaran langsung yang menampilkan Dortmund dibeli oleh 12 negara, sementara Bayern 90 negara.

Keunggulan Bundesliga

Kemungkinan terulangnya babak final Liga Champions dengan dua klub Bundesliga memang sangatlah kecil. Tapi Sascha Schmidt yakin, klub-klub Jerman tetap akan bisa bersaing. Baik dari segi "olahraga mau pun keuangan".

Kelak UEFA ingin mendesak klub-klub di Eropa untuk tidak mengeluarkan uang lebih banyak dari pemasukan yang ada. Karena itu, musim depan akan diterapkan "Financial Fairplay" bagi semua. Bagi klub-klub Jerman, peraturan ketat masalah pembelian pemain bukan hal baru. Tapi tidak demikian halnya dengan Inggris, Spanyol dan Italia. Menurut Henning Vöpel, aturan ini akan menguntungkan klub Bundesliga, karena "klub lain harus konsolidasi terlebih dahulu."

Sascha Schmidt setuju. Namun, ia akan menunggu terlebih dahulu betapa serius UEFA menerapkan "Financial Fairplay". Kepada DW Schmidt mengatakan, "Jika UEFA benar-benar menjalankanmya, maka daya saing klub Jerman semakin tinggi." Ini perspektif baik bagi penggemar sepakbola Jerman.

Laporan Pilihan