1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Kerusuhan Rasialis di Moskow, Ratusan Ditahan

Pendukung ekstrim kanan di Moskow menyerang pasar kaum migran setelah seorang Rusia terbunuh. Polisi menangkap ratusan perusuh.

Polisi Rusia sampai hari Senin (14/10) menahan hampir 400 orang setelah kerusuhan melanda Moskow. Ini adalah kerusuhan rasial terparah selama beberapa tahun terkahir. Kerusuhan itu dipicu oleh terbunuhnya seorang warga Rusia. Pembunuhnya diduga berasal dari Kaukasus.

Sekitar 1000 orang menggelar aksi protes di distrik Biryulyovo yang berawal sebagai aksi damai namun berkembang menjadi kerusuhan berdarah. Para demonstran menghancurkan toko-toko dan membalikkan mobil-mobil.

Para demonstran pendukung Neonazi itu meneriakkan yel-yel "Rusia untuk orang Rusia!" dan "Kekuatan Kulit Putih" selama aksi protes di distrik sebelah selatan Moskow itu.

Pihak kepolisian menerangkan, mereka menahan 380 orang yang dituduh melakukan aksi kerusuhan dan perusakan. Selain itu ada 14 aktivis ekstrim kanan ditahan setelah turun dari kereta api membawa tabung gas dan bensin. 6 polisi anti huru hara luka luka dan 2 orang masih dirawat di rumah sakit.

Dipicu kasus pembunuhan

Menteri Dalam Negeri Rusia, Vladimir Kolokoltzev menyatakan akan menghadapi aksi perusakan dan kerusuhan dengan tegas. Ia sekaligus mengimbau pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus pembunuhan warga Rusia Yegor Shcherbakov secepat mungkin.

Menurut laporan media, Shcherbakov, 25 tahun, tewas ditikam Kamis malam (10/10) ketika keluar dari sebuah tempat hiburan. Polisi menerangkan, pelakunya berciri-ciri seperti orang Kaukasus. Kelompok nasionalis dan ekstrim kanan kemudian menyebarkan isu bahwa pelaku pembunuhan adalah seorang warga muslim dari Kaukasus.

Massa kemudian berkumpul dan menggelar protes di kawasan pasar Biryulyovo yang dihuni banyak pendatang asal Kaukasus. Aksi tersebut meluas menjadi kerusuhan setelah massa menyerang toko-toko.

Setelah Rusia mengalami pertumbuhan ekonomi, banyak migran yang datang ke Rusia dari Asia Tengah dan Kaukasus. Sentimen anti orang asing meningkat dipicu oleh kampanye kelompok nasionalis dan ekstrim kanan.

Tahun 2010 kerusuhan anti orang asing pecah di Moskow setelah seorang pendukung sepakbola ultra kanan Rusia tewas dalam perkelahian dengan fans dari Kaukasus Utara.

hp/ab (afp, dpa)

Laporan Pilihan