1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jumlah Militan ISIS Jauh Lebih Besar dari Perkiraan

Kelompok militan Islamic State atau ISIS di Irak dan Suriah memiliki sekitar 20.000 hingga 31.500 anggota di lapangan, demikian perkiraan badan intelijen Amerika CIA, angka itu jauh lebih tinggi dari perkiraan semula.

Di antara mereka di Suriah, 15.000 diantaranya adalah para jihadis asing termasuk 2.000 orang Barat, yang bergabung dengan ISIS, demikian pernyataan CIA.

Angka itu terungkap satu hari setelah Presiden Barack Obama bersumpah akan memperluas serangan atas para ekstrimis ISIS, rencana yang diramalkan berupa serangan udara baru di Suriah, memperluas serangan di Irak dan dukungan baru bagi pasukan keamanan Irak. (Baca: Obama Perluas Perburuan ISIS)

“CIA menilai ISIS bisa mengumpulkan antara 20.000 hingga 31.500 militan di seluruh Irak dan Suriah, berdasarkan kajian atas semua laporan sumber intelijen dari Mei hingga Agustus,” kata juru bicara CIA, Ryan Trapani dalam pernyataan.

“Jumlah baru ini merefleksikan bertambahnya anggota karena adanya rekrutmen yang lebih kuat sejak Juni menyusul suksesnya pertempuran dan deklarasi kekhalifahan, aktifitas medan perang yang semakin besar, dan tambahan intelijen,” kata dia.

Pejabat senior AS telah menyuarakan keprihatinan atas kehadiran jihadis asing diantara para ekstrimis Sunni yang memegang paspor Barat, berpotensi memungkinkan mereka kembali dari medan perang dan siap melakukan serangan teror di Eropa dan Amerika Serikat.

Militan ISIS telah merebut wilayah besar di Irak dalam beberapa bulan terakhir, mempertontonkan taktik brutal, dan merilis video berbagai eksekusi mengerikan, termasuk pemenggalan dua wartawan asal AS.

Gedung Putih menegaskan bahwa Presiden Barack Obama telah diberi wewenang untuk menyerang ISIS di Irak dan Suriah di bawah undang-undang yang diloloskan oleh Kongres setelah serangan 11 September 2001.

ab/ap (afp,ap,rtr)

Laporan Pilihan