1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Obama Perluas Perburuan ISIS

Presiden Barack Obama akan menyerang Islamic State lewat misi anti-teror lebih luas ke wilayah Suriah, sementara pemerintahan persatuan Irak telah terbentuk dengan tekad menghadapi kelompok militan tersebut.

Rencana Obama yang lebih agresif – yang disebut para pejabat akan menyasar Islamic State atau ISIS secara lebih menyeluruh, tidak hanya untuk melindungi kepentingan Amerika atau membantu menyelesaikan bencana kemanusiaan – menggambarkan arah baru bagi presiden yang dulu berkampanye mengakhiri perang di Irak dan secara umum kelihatan enggan untuk menggunakan kekuatan militer sejak ia berkuasa pada 2009.

“Hampir semua negara di muka bumi punya peran yang harus dimainkan untuk melenyapkan ancaman ISIS dan kejahatan yang mereka tampilkan,” kata Menteri Luar Negeri John Kerry. Ia mengatakan negara-negara di seluruh dunia kini berusaha mengalahkan para militan dengan sebuah koalisi ”yang dibangun untuk bertahan selama berbulan-bulan, dan mungkin bertahun-tahun, ke depan.“ (Baca: Dunia Bergerak Melawan ISIS)

AS sejauh ini telah melancarkan lebih dari 100 serangan udara atas target ISIS di Irak, termasuk rangkaian serangan terbaru yang disebut militer sebegai sesuatu yang tidak biasa karena menewaskan banyak militan ISIS. Komando Pusat mengatakan serangan yang menyasar Haditha Dam, menurut juru bicara militer Mayor Curtis Kellogg, menewaskan antara 50 hingga 70 anggota ISIS.

Kini, setelah pemenggalan kepala atas dua wartawan AS, Obama mempertimbangkan perluasan serangan udara ke Suriah, yang selama ini menjadi tempat persembunyian ISIS. Obama sejak lama menghindari aksi militer ke Suriah, karena khawatir itu secara tidak langsung akan menguntungkan Presiden Bashar Assad . Namun juru bicara Gedung Putih Josh Earnest meyakini bahwa AS kemungkinan akan menuju kearah sana, dan mengatakan bahwa Obama akan ”pergi ke manapun yang diperlukan untuk menyerang mereka yang mengancam warga Amerika.”

Pemerintahan baru

Sementara itu, parlemen Irak, hari Senin, menyetujui pembentukan pemerintahan nasional bersatu di bawah Perdana Menteri Haider al-Abadi dalam menghadapi ancaman Islamic State atau ISIS.

Menteri luar negeri AS John Kerry menyatakan pembentukan pemerintahan baru itu menandai pencapaian penting dalam perang melawan kelompok militan ISIS yang kini menguasai wilayah luas dari Suriah hingga Irak. Presiden Barack Obama juga menelepon PM al-Abadi untuk memberi selamat dan memuji upaya pemimpin baru Irak itu dalam membentuk pemerintahan baru.

ab/hp (afp,dpa,ap)

Laporan Pilihan