1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Jerman Antisipasi Booming Tenaga Surya

Para ahli memprediksi booming tenaga surya global. Jerman ingin mendulang untung dari perkembangan ini dengan membangun pabrik-pabrik modern untuk modul surya.

Lebih dari 6 persen kebutuhan energi Jerman terpenuhi dari tenaga surya yang dihasilkan di rumah-rumah warga. Persentase tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan negara-negara lain di dunia.

Industri surya Jerman mempekerjakan sekitar 100.000 orang. Mereka bekerja di pabrik-pabrik yang memproduksi panel surya dan pengubah tegangan, di laboratorium riset surya dan perusahaan-perusahaan instalasi. Perusahaan-perusahaan Jerman melayani banyak permintaan dari luar negeri, terutama dalam pembangunan pabrik-pabrik baru untuk panel surya dan teknologi surya.

Namun produsen panel surya di Jerman kini tengah berada di bawah tekanan dari pesaing global. Sejumlah pabrik generasi pertama tidak mampu bertahan di tengah perang harga. Banyak yang jatuh bangkrut.

Namun menurut Eicke Weber, kepala Institut Fraunhofer untuk Sistem Energi Surya di Freiburg, masa-masa sulit akan segera berakhir. Mulai tahun depan, ia berharap Jerman akan mengalami ledakan dalam industri surya.

"Permintaan untuk konstruksi pabrik panel surya baru akan bertambah besar dari pasar yang terus tumbuh," jelasnya dalam sebuah wawancara dengan DW.

Jerman harus bekerja keras untuk setara dengan pesaing dari Asia

Jerman harus bekerja keras untuk setara dengan pesaing dari Asia

Pasar dinamis, harga rendah

Jerman mendulang untung begitu biaya energi surya turun. Lima tahun lalu, tenaga dari panel surya di Jerman membutuhkan biaya antara 40 sen dan 50 sen Euro per kilowatt-jam, dan sekitar 30 sen Euro untuk wilayah yang memiliki lebih banyak cahaya matahari.

Kini biaya energi solar kurang dari separuh biaya tersebut. Negara-negara Eropa di bagian selatan memproduksi tenaga surya dengan biaya kurang dari 10 sen Euro.

Energi surya lebih murah dari batubara

Menurut prediksi para ahli, harga untuk memproduksi energi surya akan terus menurun. "Dapat diasumsikan bahwa biaya untuk energi surya akan turun hingga sepertiga pada tahun 2020," ujar Philippe Welter, analis dan editor majalah Photon yang fokus terhadap masalah surya.

Jika sesuai dengan prediksi ini, harga energi surya yang dihasilkan pabrik skala kecil di Jerman bisa turun hingga 8 sen Euro. Energi yang diciptakan pabrik-pabrik skala besar di selatan Eropa menjadi 4 hingga 5 sen Euro. Ini berarti energi surya lebih murah dibandingkan batubara.

Jumlah rumah tangga di Eropa yang menggunakan energi surya terus meningkat

Jumlah rumah tangga di Eropa yang menggunakan energi surya terus meningkat

Energi surya terutama menguntungkan bagi konsumsi langsung. Saat ini konsumen Jerman merogoh kocek sekitar 25 sen Euro per kilowatt-jam untuk menggunakan listrik dari jaringan. Jumlah tersebut 10 sen Euro lebih banyak dari biaya yang harus dikeluarkan apabila memasang panel surya di atap mereka.

Jika harga energi terus naik seperti di masa lalu, rumah tangga Jerman akan membayar sekitar 40 sen Euro per kilowatt-jam untuk listrik dari jaringan pada tahun 2025. Sedangkan menurut perhitungan Welter, instalasi baru tenaga surya hanya akan memakan biaya 8 sen Euro per kilowatt-jam.

Tren ini juga dapat dijumpai di negara-negara lain di dunia, menurut Christian Breyer, CEO Institut Reiner Lemoine di Berlin. Pada tahun 2025, tenaga surya akan lebih murah dibandingkan listrik dari jaringan di 90 persen negara di dunia.

Para ahli mengharapkan peningkatan dalam permintaan panel surya karena murahnya tenaga surya. Periset Institut Fraunhofer, Weber, yakin penjualan modul surya akan meningkat hingga 10 kali lipat pada tahun 2025.

Jerman dapat diuntungkan booming

Jerman harus membenahi beberapa hal untuk dapat meraup untung dari tren ini. Menurut Weber, pabrik-pabrik teknologi surya di masa mendatang harus lebih besar dan lebih efisien. Ia dan pakar lainnya dari industri surya Eropa kini tengah membentuk konsorsium untuk membuat prototipe bagi pabrik modul surya baru di Jerman dan Eropa. Pabrik modul yang ideal ini bisa menjadi referensi bagi produksi sel surya modern.


Gero Rueter/Carissa Paramita

Editor: Pasuhuk