1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jeda Kemanusiaan, Pasukan Assad Tetap Bombardir Aleppo

Pasukan pemerintah Suriah bombardir kantong pemberontak yang kini jumlahnya menyusut di jantung Aleppo, meskipun sekutunya Rusia mengumumkan jeda pertempuran atas dasar kemanusiaan.

Serangan udara terhenti hari Kamis (08/12), menyusul pengumuman dari pemerintahan di Moskow untuk melakukan jeda pertempuran. Namun, penembakan kembali berlanjut sepanjang malam hingga Jumat (09/12)  pagi, demikian dinyatakan organisasi HAM untuk Suriah, Syrian Observatory for Human Rights.

Seorang koresponden AFP yang berada di wilayah kantong yang dikuasai pemberontak melaporkan mendengar ledakan artileri sepanjang malam.

Tembakan tak berhenti

Sementara itu kepala Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahman mengungkapkan kepada AFP:  "Ada penembakan berat di beberapa kabupaten yang terkepung dan berlangsung pertempuran sengit, terutama di Bustan al-Qasr." Bustan al-Qasr adalah salah satu kabupaten terbesar yang masih berada di tangan pemberontak, setelah tentara pemerintah dalam tiga minggu gencar melakukan serangan.

Setelah pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry di Hamburg, Jerman pada hari Kamis (08/12), Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengumumkan jeda serangan militer di Aleppo, guna memungkinkan evakuasi puluhan ribu warga sipil yang terperangkap dalam konflik antara pemberontak dengan pasukan pemerintah.

Tonton video 01:03

Ribuah Warga Mengungsi Dari Aleppo

Pasukan pemerintahan Basyar al Assad telah merebut kembali 85 persen sektor timur Aleppo yang sebelumnya dikuasai kaum pemberontak sejak pertempuran pecah pada musim panas tahun  2012.

 "Saya dapat mengatakan bahwa operasi tempur tentara Suriah telah dihentikan di Aleppo Timur, karena ada operasi besar-besaran untuk  mengevakuasi warga sipil," kata Lavrov. "Diperkirakan jumlahnya mencapai 8.000 pengungsi."

Indikasi positif

Di Washington, juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest mengatakan pengumuman Lavrov adalah "indikasi bahwa sesuatu yang positif bisa terjadi".

Hari Kamis (08/12), pemboman yang dilakukan tentara pemerintah di kabupaten yang dikuasai pemberontak menewaskan sedikitnya 18 warga sipil, demikian menurut Syrian Observatory for Human Rights.

ap/vlz(afp/rtr)

Laporan Pilihan

Audio dan Video Terkait