1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Isu HAM Selubungi Lawatan Merkel di Cina

Jadwal pertemuan Kanselir Jerman Angela Merkel dengan seorang pengacara HAM dan sebuah harian liberal dibatalkan secara sepihak.

Kanselir Jerman Angela Merkel (kiri) dengan Presiden Cina Hu Jintao

Kanselir Jerman Angela Merkel (kiri) dengan Presiden Cina Hu Jintao

Kunjungan Kanselir Jerman Angela Merkel ke Cina dimulai penuh harmoni di hari kedua. Seperti halnya kunjungan di hari pertama. Dalam pertemuan dengan Presiden Hu Jintao, Merkel kembali diyakinkan bahwa Cina siap membantu mengatasi krisis utang zona Euro.

Pertemuan Merkel dengan para pelaku bisnis Cina di Guangzhou juga berlangsung lancar. Kedua pihak membahas diperlukannya tingkat persaingan yang merata baik bagi perusahaan Jerman di Cina, maupun perusahaan Cina di Jerman. "Dalam kompetisi, semua pemain bertambah kuat jika kompetisinya adil. Jika kompetisinya melindungi kekayaan intelektual. Jika kompetisinya didasarkan pada kerangka hukum yang bisa diandalkan," jelas Merkel.

Merkel diterima dengan ramah di ibukota provinsi Guangdong, Guangzhou

Merkel diterima dengan ramah di ibukota provinsi Guangdong, Guangzhou

Namun Merkel akhirnya merasakan 'permainan politik' di Cina. Dua pertemuan yang telah dijadwalkan sebelumnya dibatalkan secara sepihak.

Aksi 'bungkam'

Salah satunya dengan pengacara hak asasi manusia, Mo Shaoping, yang selama ini terkenal membela para pembangkang. Shaoping mengaku ditahan polisi di kantornya sendiri sehingga tidak dapat menghadiri jamuan makan malam di kedutaan besar Jerman di Beijing. Mempertahankan stabilitas menjelang kongres Partai Komunis bulan Oktober nanti menjadi alasan dibalik aksi polisi. Rencana Shaoping untuk membahas hukum di Cina dan nasib para pengacara yang selama ini diusik pemerintahan di Beijing dinilai akan memicu perbedaan pendapat.

Harian liberal Nanfang Zhuomo juga tiba-tiba membatalkan kunjungan Merkel ke kantor mereka. Harian tersebut terdepan dalam laporan investigasi di Cina dan kerap mengkritik pemerintah provinsi Guangdong serta pemerintah pusat. Tekanan dari pemerintah provinsi diduga mendorong keputusan kepala editor untuk membatalkan kunjungan Merkel.

Ironisnya, Merkel hari Sabtu (4/2) dijadwalkan bertemu pimpinan provinsi Guangdong, Wang Yang. Di hari terakhir lawatannya, Merkel juga akan bertemu uskup Katolik Guangzhou yang ditunjuk negara.

Ruth Kirchner/Carissa Paramita/dpa/ap

Editor: Christa Saloh-Foerster

Laporan Pilihan